Penjualan Mobil Baru Tinggi, Pembiayaan MTF Melonjak 47%

Penjualan Mobil Baru Tinggi, Pembiayaan MTF Melonjak 47%

- detikFinance
Senin, 18 Agu 2014 10:15 WIB
Penjualan Mobil Baru Tinggi, Pembiayaan MTF Melonjak 47%
Jakarta - Ketatnya aturan bidang keuangan dan kondisi ekonomi Indonesia yang tengah melambat, tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru pada awal 2014.

Salah satu unit usaha PT Bank Mandiri Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatat pembiayaan mobil baru pada 6 bulan pertama tahun 2014 tumbuh 47,25% menjadi jadi Rp 6,65 triliun. Pada semester I-2013 jumlah pembiayaan hanya sebesar Rp 4,52 triliun.

Realisasi pembiayaan mobil baru mendominasi total penyaluran kredit yang digelontorkan perseroan sepanjang semestar I-2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepanjang semester pertama tahun 2014, MTF berhasil mencatat pertumbuhan pembiayaan baru hingga 33,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana mobil baru mendominasi 93% dari total nilai pembiayaan," kata Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/8/2014).

Ia menyebutkan total pembiayaan baru MTF sepanjang semester I-2014 mencapai Rp 7,16 triliun, lebih tinggi dari pembiayaan baru sepanjang semester I-2103 yang sebesar Rp 5,37 triliun.

"Jadi secara nominal, ada pertumbuhan pembiayaan baru sebesar Rp 1,79 triliun atau 33,49%,” ungkap Ignatius.

Selain didorong oleh masih tingginya minat masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan, positifnya kinerja pembiayaan yang dilakoni perusahaan juga dikontribusi oleh langkah ekspansi yang dilakukan perusahaan.

Selama periode I Januari-1 Juli 2014, MTF telah membuka 11 jaringan kantor cabang baru, antara lain di Tanjungpinang, Ujungbatu, Cikarang, Cibinong, Rangkasbitung, Subang, Garut, Pekalongan, Mojokerto, Gresik dan Bontang. Total jaringan cabang MTF per 1 Juli 2014 sebanyak 88 kantor cabang ditambah kantor cabang fleet.

"Hal itu yang membuat total unit pembiayaan baru MTF di semester I‐2014 meningkat 23,27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana kredit mobil baru mendominasi 81% dari total unit pembiayaan," katanya.

Untuk diketahui, target pembiayaan baru MTF sepanjang tahun 2014 sebesar Rp 16 triliun. Target tersebut meningkat 35% jika dibandingkan realisasi pembiayaan di tahun 2013 sebesar Rp 11,35 triliun.

Dengan pertumbuhan tersebut, market share MTF pada pembiayaan mobil baru di bulan Juni 2014 mencapai 11,8% berdasarkan Police Registration (Polreg).

Dengan pertumbuhan pembiayaan yang signifikan, mendorong peningkatan pendapatan MTF sepanjang semester I-2014 menjadi Rp 711,98 miliar, meningkat 33,73% jika dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama 2013 yang sebesar Rp 532,39 miliar.

"Pendapatan kita 70% dikontribusi dari pembiayaan konsumen," kata Ignatius.

Untuk itu laba setelah pajak MTF sepanjang semester I-2014 juga mengalami peningkatan hingga Rp 113 miliar, tumbuh 32,29% jika dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama 2013 yang sebesar Rp 85,42 miliar.

Sementara itu, sepanjang semester I-2014 MTF berhasil mengelola piutang pembiayaan bermasalah (NPL) yang ditekan menjadi 1,12%, jika dibanding Juni 2013 sebesar 1,19%. Adapun piutang pembiayaan yang dikelola MTF di semester I-2014 sebesar Rp 18,43 triliun, tumbuh 38,25% dari Juni 2013 yang sebesar Rp 13,33 triliun.

Sementara total Aset MTF juga tumbuh 22,91% menjadi Rp 6,87 triliun pada Juni 2014, dari posisi Juni 2013 yang sebesar Rp 5,59 triliun.

Di sisi kewajiban, khususnya dari opsi penerbitan surat obligasi, total outstanding obligasi yang diterbitkan oleh MTF per 30 Juni 2014 sebesar Rp 1,45 triliun. Sementara level Debt Equity to Ratio (DER) MTF hingga Juni 2014 berada di level 6,86, lebih rendah jika dibanding Juni 2013 yang sebesar 7,53.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads