"Empat puluh juta lembar," ujar Agus saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Dia menjelaskan, peredaran uang kertas baru pecahan Rp 100.000 ini telah disebar di 31 kantor BI di seluruh Indonesia. Secara otomatis, uang ini sudah beredar di seluruh sistem perbankan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, uang baru tersebut punya dua ciri utama yaitu frasa bertuliskan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia dan 2 tanda tangan yaitu Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Chatib Basri.
"Kita baru mulai dengan Rp 100.000 dan ini jadi ciri uang yang diterbitkan 2014 ini adalah ada tulisan NKRI dan ditanda tangani oleh Gubernur BI dan Menkeu RI, ini yang sudah kita luncurkan," ucapnya.
Dengan demikian, kata Agus, akan ada 2 versi uang kertas pecahan Rp 100.000 yaitu Tahun Emisi 2004 dan 2014.
"Tapi nanti secara bertahap uang-uang yang sudah beredar akan ditarik," tandasnya.
(drk/ang)











































