Asuransi dan Dana Pensiun Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan Jangka Panjang

Asuransi dan Dana Pensiun Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan Jangka Panjang

- detikFinance
Rabu, 03 Sep 2014 12:58 WIB
Asuransi dan Dana Pensiun Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan Jangka Panjang
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong kepada masyarakat maupun pemerintah untuk mencari alternatif sumber pembiayaan jangka panjang selain perbankan. Pasar modal didorong untuk bisa melengkapi sumber pembiayaan tersebut. Selain pasar modal, asuransi dan dana pensiun juga bisa dijadikan pilihan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengungkapkan, saat ini Indonesia masih minim dalam penyediaan sumber pembiayaan jangka panjang. Perbankan masih jadi sumber pembiayaan paling tinggi untuk pembangunan infrastruktur. Asuransi dan dana pensiun bisa dijadikan alternatif ini.

"Contoh sumber pembiayaan jangka panjang salah satunya asuransi dan dapen. Biasanya orang beli polis asuransi jangka panjang, asuransi jiwa biasanya sampai meninggal dunia. Demikian juga dana pensiun. Ini memiliki sumber-sumber dana jangka panjang, biasanya diambil kalau pensiun. Ini menjadi salah satunya. Kita bangun industri ini," kata Muliaman saat Acara Refleksi MP3EI di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muliaman, alternatif pembiayaan tersebut didorong sebagai salah satu pengembangan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

"Kita tahu ada BPJS baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. Tentu juga ada lembaga lain untuk dana jangka panjang. Sudah waktunya pembiayaan jangka panjang merestrukturisasi di luar perbankan

Muliaman menyebutkan, pihaknya ingin mendorong sumber pembiayaan di sektor non bank seperti asuransi dan dana pensiun selain pengembangan pasar modal. OJK sebagai otoritas di industri keuangan perlu melibatkan seluruh sektor yang ada.

"Sekarang tugas OJK akan melibatkan industri keuangan termasuk non bank untuk terlibat semuanya. Tidak mungkin bergantung pada bank saja. Dana bank itu jangka pendek. Kemungkinan mismatch-nya besar kalau untuk keperluan jangka panjang. Sehingga kita perlu dukungan pasar modal, perlu dukungan lembaga asuransi," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads