'Bandar' Bitcoin AS Jualan di Eropa, Pemerintah Setempat Mulai Wanti-wanti

'Bandar' Bitcoin AS Jualan di Eropa, Pemerintah Setempat Mulai Wanti-wanti

- detikFinance
Kamis, 11 Sep 2014 15:12 WIB
Bandar Bitcoin AS Jualan di Eropa, Pemerintah Setempat Mulai Wanti-wanti
San Francisco - Pemerintah di beberapa negara Uni Eropa mulai mewanti-wanti warganya akan penggunaan Bitcoin. Pasalnya, Coinbase mulai melebarkan sayapnya ke Benua Biru.

Penyedia wallet (dompet digital) Bitcoin dari San Francisco, Amerika Serikat (AS) itu mencoba merambah pelanggan baru. Coinbase meluncurkan produknya itu secara serentak di 12 negara Uni Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Italia, Belgia, dan Belanda pada hari Rabu waktu setempat.

Salah satunya adalah pemerintah Inggris yang akan menyelidiki lebih lanjut tentang Bitcoin ini sebelum memberikan legalitas atas peredarannya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (11/9/2014). Sampai saat ini memang belum ada hukum yang mengatur Bitcoin di Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa negara hanya bisa sebatas memperingatkan warganya akan tingginya risiko Bitcoin. Selain itu, Bitcoin juga selama ini digunakan untuk transaksi ilegal, seperti jual-beli senjata atau narkoba, pencucian uang, sampai menonton wanita telanjang secara langsung di internet.

Kontroversi terbesar Bitcoin saat ini adalah tutupnya situs jual-beli MtGox secara tiba-tiba yang membuat dana konsumen dalam bentuk Bitcoin senilai US$ 500 juta (Rp 5 triliun) raib akhir tahun lalu.

MtGox menyatakan perusahaannya bangkrut dan bersedia mengembalikan dana konsumen. Namun Juli lalu para konsumen yang duitnya melayang itu protes karena pertemuan perdananya dengan manajemen MtGox di Tokyo batal.

Lebih dari 100 investor, kebanyakan orang asing, mendatangani pengadilan di Ibu Kota Jepang menuntut kejelasan atas dana Rp 5 triliun mereka yang raib begitu saja.

Salah satu yang hadir dalam pertemuan itu adalah mantan CEO MtGox Mark Karpeles yang didampingi pengacara. Para konsumen itu tetap tidak mendapat penjelasan yang detil atas nasib uang mereka.

Saat masih beroperasi, MtGox melayani 80% transaksi Bitcoin di seluruh dunia. Layanannya berhenti tiba-tiba sejak Februari karena adanya kesalahan teknis dalam situsnya.

Tak lama, MtGox menyatakan bangkrut dan kehilangan 850.000 unit Bitcoin senilai US$ 500 juta. Selama ini Bitcoin hanya bergerak antar jaringan komputer di seluruh dunia sehingga tidak dijamin keamanannya oleh pemerintah di negara manapun.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads