BI Luncurkan Pecahan Rp 100 Ribu dan Rp 20 Ribu
Senin, 10 Jan 2005 15:58 WIB
Jakarta - Bank Indonesia secara resmi meluncurkan uang kertas baru pecahan Rp 20 ribu dan Rp 100 ribu. Peluncuran itu seharusnya dilakukan Desember lalu."Seharusnya uang pecahan ini diluncurkan Desember lalu. Tapi karena itu kita sedang berduka maka ditunda hingga hari ini" kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam pidato sambutannya saat peluncuran uang di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/1/2005).Menurut Burhanuddin, walaupun telah ada uang baru namun pecahan uang sebesar Rp 100 ribu dan Rp 20 ribu yang lama masih tetap berlaku.Dijelaskannya, secara fisik uang pecahan Rp 100 ribu tidak banyak berbeda dengan uang sebelumnya. Bahannya terbuat dari kertas bahan uang yang mengandung plastik warna merah muda.Di bagian depan terdapat gambar pasangan Soekarno-Hatta dengan tanda air atau water mark bergambar pahlawan WR Supratman. Gambar WR Supratman akan terlihat jika diterawangkan ke cahaya.Sedangkan di bagian belakang selain gambar WR Supratman juga terdapat gambar gedung DPR/MPR dan peta kepulauan Indonesia. Gambar kepulauan Indonesia akan memendar atau mengeluarkan cahaya di bawah sinar ultra violet. Untuk mencegah terjadinya pemalsuan uang di pecahan ini dilengkapi sejumlah tanda pengaman baru, seperti di bagian belakang no seri uang yang dicetak asimeteris dengan ukuran yang makin membesar dan berpendar di bawah sinar ultra violet.Di bagian depan dilengkapi kode tuna netra, yakni kode tertentu untuk mengenali jenis pecahan bagi penyandang tuna netra dengan cara meraba kode tersebut. Juga ada logo Bank Indonesia yang akan berubah warna dari warna keemasan menjadi hijau kalau diliat dari sudut pandang tertentu."Tanda pengaman lainnya tetap ada seperti benang pengaman," katanya.Untuk pecahan Rp 20 ribu, ukuran fisik sama seperti yang dulu. Tapi tampilannya berubah total. Bagian depan yang dulu bergambar KH Dewantoro sekarang berganti wajah Otto Iskandardinata. Wajah Otto Isknadardinata juga menjadi tanda air sebagai pengaman. Di bagian belakang, bergambar perempuan memetik teh. Warnanya hijau dan degradasi warna ungu. Tanda pengaman yang baru juga terdapat pada lembaran uang ini. Tanda itu antara lain, no seri yang dicetak asimetris dengan ukuran yang makin membesar. Tinta yang digunakan akan berpendar di bawah sinar ultra violet dan dilengkapi dengan kode tuna netra dan logo BI yang akan berubah warna magenta dan hijau jika dilihat sudut pandang tertentu.Acara peluncuran uang juga dihadiri oleh ahli waris tiga pahlawan nasional yang gambarnya dicetak uang tersebut. Mereka yang datang antara lain, Sukmawati putri Soekarno, Meutia Hatta putri Mohammad Hatta dan putri darai Otto Iskandardinata.Presiden SBY dalam kesempatan itu menyerahkan set uang terbaru itu kepada masing-masing ahli waris sebagai tanda penghormatan. Presiden juga menandatangani dua set uang baru tersebut. Set pertama akan disimpan di musium BI, dan set satu lagi akan dilelang yang uangnya akan disumbangkan kepada korban tsunami.
(mar/)











































