Demikian dikemukakan Yugi Prayanto, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/10/2014).
"Kami mendorong perbankan agar lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor perikanan dan kelautan. Selama ini penyaluran ke sektor perikanan sangat minim, kurang dari 1%," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin ada regulasi khusus yang mengatur keringanan syarat pengajuan kredit, porsi minimum kredit perbankan, serta jangka waktu pembayaran," katanya.
Berdasarkan data OJK, penyaluran dana bank umum per Juli 2014 adalah Rp 4.994 triliun. Sementara penyaluran dana di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Rp 78,15 triliun.
Sementara suku bunga yang diberikan untuk kredit di sektor perikanan pada Juli 2014 rata-rata adalah 13,94%. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 13,85%.
Bunga di BPR lebih tinggi lagi, yaitu rata-rata 30,42% pada Juli 2014. Naik dibandingkan sebulan sebelumnya yaitu 30,19%.
Per Juli 2014, OJK mencatat penyaluran kredit ke sektor perikanan Rp 6,73 triliun. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu Rp 6,94 triliun.
(hds/hen)











































