Wacana BTN Dibeli Bank Mandiri Mencuat Lagi, Ini Kata Dirutnya

Wacana BTN Dibeli Bank Mandiri Mencuat Lagi, Ini Kata Dirutnya

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2014 12:22 WIB
Wacana BTN Dibeli Bank Mandiri Mencuat Lagi, Ini Kata Dirutnya
Jakarta - Wacana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali muncul. Namun, skemanya berbeda.

Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) punya cetak biru alias blueprint konsolidasi perbankan dalam negeri. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menggabungkan bank-bank BUMN dalam hal ini pemerintah didorong melakukan penggabungan alias merger Bank Mandiri dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Setelah itu, bank hasil penggabungan ini akan mengakuisisi BTN. Nantinya, BTN akan menjadi anak usaha yang fokus ke pembiayaan perumahan rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas hal ini, Direktur Utama BTN Maryono pun angkat bicara. Menurutnya, keputusan terhadap suatu aksi korporasi perusahaan milik pemerintah sepenuhnya diserahkan kepada pemilik saham.

"Semuanya kita serahkan ke pemerintah sebagai stakeholders. Itu bukan kewenangan saya," kata dia dalam acara Business Leader Forum BTN, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Maryono mengungkapkan, saat ini fokus perseroan adalah menjadi bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia khususnya kalangan menengah bawah.

"Yang penting seperti hari ini kita memang perlu company fokus, kita tak perlu jadi besar. Tapi fokus. Akan konsentrasi di pembiayaan perumahan. Strategi bisnis saya, akan fokus di pembiayaan perumahaan," ujar dia.

Menurut dia, saat ini jumlah pasokan terhadap kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia (backlog) masih sangat besar mencapai 15 juta unit. Melihat ini, pihaknya perlu memikirkan lebih serius agar kekurangan pasokan ini bisa dipenuhi.

"Backlog sangat luar biasa 15 juta tak bisa ditinggalkan begitu saja. Ini kesempatan, ini kebutuhan rakyat, masyarakat. Ini penting. Rakyat ini kapan dapat rumah layak, kalau tidak kita bantu. Pemerintah kan nggak bisa penuhi 15 juta rumah. Kita mencari solusi alternatif pembiayaan ini, BTN yang akan masuk," pungkasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads