Kenaikan laba ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 20% menjadi Rp 2,7 triliun pada September 2014 dari Rp 2,3 triliun pada September 2013.
Bank swasta ini juga mencatat pertumbuhan aset 23% dalam sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp 109,1 triliun dari Rp 88,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi modal kerja sebesar 42% terhadap total kredit yang disalurkan dan sisanya dikontribusikan oleh kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing sebesar 40% dan 18%.
“Tahun 2014 ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan khususnya di Indonesia. Kondisi likuiditas yang ketat, hingga pelemahan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini senantiasa kami monitor pengaruhnya dari waktu ke waktu guna dilakukan penyesuaian strategi jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Presiden Direktur Parwati Surjaudaja dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10/2014).
Dari sisi dana pihak ketiga, Bank OCBC NISP berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 26% menjadi Rp 79,5 trilliun dari Rp 62,9 triliun pada periode yang sama tahun 2013 sehingga rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat pada akhir triwulan III-2014 sebesar 83,6%.
Di sisi lain, Non Performing Loan (NPL) net per akhir September 2014 sebesar 0,7%, jauh di bawah batas maksimal yang ditentukan Bank Indonesia (BI) sebesar 5%. Rasio permodalan (CAR) juga meningkat menjadi 19,1%. Sedangkan ROA & ROE masing-masing berada pada tingkat 1,7% & 9,2%.
(ang/hds)











































