Tumbuh 12%, Laba Bank OCBC NISP Capai Rp 942 Miliar

Tumbuh 12%, Laba Bank OCBC NISP Capai Rp 942 Miliar

- detikFinance
Selasa, 28 Okt 2014 16:35 WIB
Tumbuh 12%, Laba Bank OCBC NISP Capai Rp 942 Miliar
Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 12% menjadi Rp 942 miliar di triwulan III-2014, dari Rp 838 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 20% menjadi Rp 2,7 triliun pada September 2014 dari Rp 2,3 triliun pada September 2013.

Bank swasta ini juga mencatat pertumbuhan aset 23% dalam sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp 109,1 triliun dari Rp 88,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan total aset ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit (gross) sebesar 9% menjadi Rp 66,6 triliun pada akhir triwulan III-2014 dari Rp 61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi modal kerja sebesar 42% terhadap total kredit yang disalurkan dan sisanya dikontribusikan oleh kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing sebesar 40% dan 18%.

“Tahun 2014 ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan khususnya di Indonesia. Kondisi likuiditas yang ketat, hingga pelemahan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini senantiasa kami monitor pengaruhnya dari waktu ke waktu guna dilakukan penyesuaian strategi jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Presiden Direktur Parwati Surjaudaja dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10/2014).

Dari sisi dana pihak ketiga, Bank OCBC NISP berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 26% menjadi Rp 79,5 trilliun dari Rp 62,9 triliun pada periode yang sama tahun 2013 sehingga rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat pada akhir triwulan III-2014 sebesar 83,6%.

Di sisi lain, Non Performing Loan (NPL) net per akhir September 2014 sebesar 0,7%, jauh di bawah batas maksimal yang ditentukan Bank Indonesia (BI) sebesar 5%. Rasio permodalan (CAR) juga meningkat menjadi 19,1%. Sedangkan ROA & ROE masing-masing berada pada tingkat 1,7% & 9,2%.

(ang/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads