Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, posisi utang luar negeri meningkat US$ 29,4 miliar atau 11,2%. Peningkatan tersebut terutama disumbang oleh kenaikan pinjaman luar negeri sektor swasta. Demikian dikutip dari siaran tertulis BI yang diterima Selasa (18/11/2014).
Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir September 2014 terdiri dari sektor publik US$ 132,9 miliar (45,5%) dan swasta US$ 159,3 miliar (54,5%). Posisi utang luar negeri kedua sektor tersebut masing-masing meningkat 1% dan 3,1% dibandingkan dengan posisi akhir triwulan II-2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utang luar negeri jangka panjang sektor publik tercatat US$ 128 miliar atau 96,3% dari total utang luar negeri sektor publik. Sementara utang luar negeri berjangka panjang sektor swasta tercatat US$ 115,5 miliar atau 72,5% dari total utang luar negeri swasta.
Untuk sektor swasta, utang luar negeri terpusat di sektor keuangan, industri pengolahan, dan pertambangan. Posisi utang luar negeri ketiga sektor tersebut masing-masing sebesar US$ 46,6 miliar, US$ 32,5 miliar, dan dan US$ 25,8 miliar.
"Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri masih cukup sehat. Namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian. Utang luar negeri diharapkan dapat lebih berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas," sebut keterangan BI.
(hds/ang)











































