"Bisa saja diuangkan. Tinggal potong saja, lalu dipakai transaksi. Itu laku," ungkap Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, kepada detikFinance, Selasa (25/11/2014).
Akan tetapi, menurut Tirta, hal tersebut belum pernah ditemukan. Sebab, harga uang bersambung lebih mahal dari nominal yang tertulis. Misalnya untuk uang bersambung 2 lembar pecahan Rp 100.000 dibanderol Rp 530.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, banyak orang yang memilikinya hanya untuk koleksi dan suvenir. Selain harganya yang mahal, uang bersambung hanya dicetak terbatas.
"Kalau dibeli saja mahal, kan sayang dipotong," ujarnya.
(mkl/hds)











































