Presiden Direktur Bank Permata Roy Arman Arfandy mengatakan, salah satu faktornya adalah adanya penekanan terhadap margin bank karena kenaikan bunga funding yang cukup signifikan.
"Sementara bunga kredit kita enggak bisa mengikuti semena-mena setinggi bunga deposito, karena kita akan melihat kenaikan cukup tinggi otomatis akan berdampak terutama pada sektor industri atau segmen peminjam yang sensitif terhadap kenaikan bunga," ujarnya usai RUPS di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, laba bersih perusahaan afiliasi Grup Astra ini turun 6,1% dari Rp 1,32 triliun menjadi Rp 1,24 triliun di sembilan bulan pertama tahun ini.
(ang/ang)











































