Akibatnya pengiriman uang dalam jumlah kecil jadi tidak seketika diterima bank tujuan karena kliring baru dilakukan setiap dua jam tiap hari. Cara lain yang bisa dilakukan nasabah ketika ingin mengirim uang dengan cepat adalah memakai internet banking.
Namun menurut Petugas Layanan Pelanggan di salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), belum banyak nasabah yang mau kirim uang pakai internet banking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, nasabah bank di Indonesia rata-rata ingin uang yang dikirimnya cepat sampai maka dari itu layanan RTGS banyak dipilih meski biayanya lebih mahal dari kliring dan internet banking.
"Nasabah tidak keberatan bayar lebih mahal asal uangnya cepat sampai," katanya.
Menurutnya, nasabah juga jarang pakai internet banking karena infrastruktur jaringan di Indonesia belum mumpuni. Sehingga kerap kali nasabah mengalami masalah ketika mengirim uang.
"Kalau server lagi down biasanya kan jadi masalah, uang sudah dikirim tapi jadinya tidak keterima. Ini yang jadi salah satu alasan nasabah," tambahnya.
Selain itu, waktu yang diperlukan untuk mengurus masalah ini juga cukup panjang. Nasabah harus lapor ke bank yang mengirim uang dilanjut lapor lagi ke bank penerima transfer uang.
"Laporannya bisa panjang dan lama sampai masalahnya selesai," katanya.
Maka dari itu rata-rata nasabah meminta kirim uang pakai RTGS atau kliring yang selama ini minim bermasalah.
(ang/dnl)










































