Maryono menjelaskan ini merupakan kebijakan pemerintah yang sangat baik. Ia juga menambahkan pengurangan setoran deviden ini dapat memberi BTN tambahan modal untuk ekspansi.
"Saya kira ini kebijakan pemerintah yang bagus karena bisa mempercepat instansi kita dan dapat mempunyai kelonggaran dalam melakukan pengolahan modal," katanya dalam Acara Seminar Hut KPR BTN ke-38 tahun di kantornya, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Rp 1 triliun, 10 persennya saja jadi Rp 100 miliar. Nah, itu bisa jadi modal untuk mendorong layanan untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Maka dari itu ia berharap dengan kelonggaran ini maki banyak masyarakat yang bisa membeli rumah dengan kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank berkode BBTN itu. Apalagi, ia berjanji BTN akan turunkan suku bunga kredit tahun depan.
"Suku bunga insya Allah kita akan turun awal tahun. Belum ada kajian, pokoknya turun," tutupnya.
(ang/ang)











































