Pemerintah Rugi Rp 300 Miliar Akibat Penutupan Bank Global

Pemerintah Rugi Rp 300 Miliar Akibat Penutupan Bank Global

- detikFinance
Selasa, 25 Jan 2005 14:53 WIB
Jakarta - Dirjen Lembaga Keuangan Darmin Nasution mengatakan, kemungkinan pemerintah akan menanggung kerugian sekitar Rp 300 miliar akibat penutupan Bank Global. Alasannya, saat ini jumlah aset yang berhasil diidentifikasi dibandingkan dengan jumlah dana yang harus dibayarkan pemerintah masih terdapat kekurangan. "Itu akan menjadi kerugian pemerintah karena biasanya hasil penjualan dari tim likuidasi sering kurang dari dana yang sudah dikeluarkan pemerintah," kata Darmin usai peluncuran buku Bank BRI keluar dari Krisis: dari restrukturisasi sampai IPO di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (25/1/2005).Darmin menjelaskan, hasil penjualan aset yang dilakukan tim likuidasi pertama kali akan diberikan ke pemerintah sebagai pihak yang telah membayarkan dana pihak ketiga disamping untuk membayar kewajiban pajaknya. Ia mengungkapkan, berdasarkan data awal yang disampaikan BI, dana pihak ketiga Bank Global sekitar Rp 745 miliar. Namun jumlah itu masih akan diverifikasi lebih lanjut. "Sebelum 3 minggu dari tanggal likuidasi, kita akan bayarkan dana pihak ketiga itu," katanya.Soal penunjukkan bank pembayar, Darmin mengatakan, pemerintah sudah menetapkan satu bank. Namun ia enggan menyebutkan dengan alasan surat keputusannya belum ditandatangani oleh Menkeu. Awalnya ada 3 bank yang ditawari menjadi bank pembayar yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI. Akan tetapi yang mengajukan penawaran hanya BNI dan BRI. "Yang jelas kita telah putuskan satu diantaraa keduanya. Kita inginnya tidak ada fee dalam melakukan pembayaran itu serta mudah bagi nasabah untuk memperoleh pembayaran," demikian Darmin. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads