Direktur Utama Bank Mutiara Ahmad Fajar menyebutkan, untuk 2014 suntikan modal yang diberikan adalah Rp 300 miliar. Kemudian 2015 sebesar Rp 350 miliar, 2016 sebesar Rp 200 miliar, 2017 sebesar Rp 200 miliar, dan 2018 sebesar Rp 250 miliar.
"Komitmen kami adalah untuk terus menambah modal setiap tahun," kata Fajar di Gedung IFC, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, Bank Mutiara akan fokus ke sektor UMKM. Kemudian juga pada sisi pembiayaan konsumen, seperti untuk otomotif dan penyaluran kredit perumahan.
"Untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kita sudah punya database dan investor potensial. Kita juga bekerja sama dengan developer yang punya reputasi bagus," terang Fajar.
Tahun depan, ditargetkan laba bersih perseroan masih konservatif yaitu Rp 48 miliar. Sumber utamanya adalah pemulihan aset dan bunga.
"Recovery aset dari anggunan yang dijual dengan porsi 60% dari laba. Sisanya bunga," tukasnya.
(mkl/hds)











































