Divestasi Lanjutan BNI Diharap Bisa Terlaksana Mei 2005

Divestasi Lanjutan BNI Diharap Bisa Terlaksana Mei 2005

- detikFinance
Rabu, 26 Jan 2005 13:10 WIB
Jakarta - Dirut BNI Sigit Pramono mengungkapkan, divestasi saham lanjutan melalui secondary offering sebesar maksimal 30 persen kemungkinan dilaksanakan pada Mei atau Juni 2005."Divestasi tetap tahun ini. Diharapkan bisa terlaksana sekitar Mei atau Juni," kata Sigit disela-sela BUMN Summit di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/1/2005).Sigit mengaku pembicaraan secara informal dengan pemerintah secara informal sudah dilakukan. Namun ia menegaskan, kepastian pelaksanaannya tetap menunggu persetujuan dari DPR. Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan divestasi lanjutan itu, manajemen BNI akan melakukan sejumlah langkah diantaranya memperkokoh jaringan dan merger. Dengan demikian pada saat pelaksanaan divestasi lanjutan nilai perusahaan bisa lebih tinggi. Saat ini BNI telah melakukan beberapa aliansi strategis seperti kerjasama dengan PT Pos. Menurut Sigit, upaya merger, akuisisi atau aliansi strategi dilakukan untuk meningkatkan CAR perseroan dan memperluas jaringan perbankan. Dijelaskan, BNI akan melakukan akuisisi terhadap satu bank pada tahun ini. Dengan dua pola merger langsung atau merger dengan anak perusahaannya. Selain itu BNI juga memiliki sejumlah opsi diantaranya right issue. Namun menurut Sigit hingga kini perseroan belum bisa memutuskan karena melihat waktu dan kondisi pasar yang tepat. Nilai right issue itu diperkirakan tetap sebesar Rp 1 triliun. Selain right issue/I>, opsi lainnya adalah penerbitan obligasi subt debt sebesar US$ 200 juta. Menurutnya, opsi-opsi diatas adalah untuk mendukung pertumbuhan Kredit sebesar 20-25 persen per tahun dimana diharapkan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan BNI tetap bisa menjaga posisi CAR di level 12 persen. Dan pada tahun 2005 CAR ditargetkan mencapai 18 persen. Mengenai kebijakan baru BI untuk pelonggaran BMPK, Sigit mengatakan hal itu akan memudahkan BNI untuk melakukan merger atau akuisisi dengan bank lain. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads