Bank pela merah itu menjadi bank pertama yang memiliki perjanjian Mini MRA dengan bank asing. Perjanjian Mini MRA menjadi dasar hukum untuk melakukan transaksi Repurchase Agreement (Repo) dan Reverse Repurchase Agreement (Reverse Repo) dalam rangka mendukung upaya pendalaman pasar uang rupiah.
Penandatanganan Mini MRA ini masing-masing dilakukan secara terpisah yaitu Bank of Tokyo Mitsubishi-UFJ pada 15 Desember 2014, JP Morgan Chase Bank pada 18 Desember 2014, dan dengan HSBC pada 9 Januari 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) pada 18 Desember 2013, perjanjian Mini MRA baru ditandatangani oleh bank BUMN, bank swasta nasional, bank campuran dan bank pembangunan daerah.
Selama ini, bank asing yang beroperasi di Indonesia belum ikut berpartisipasi dalam transaksi Repo dan masih mengandalkan transaksi pasar uang antar bank (PUAB) untuk memenuhi kebutuhan likuiditas rupiahnya.
Kondisi likuiditas rupiah ketat bukan gara-gara kelangkaan di pasar, tapi lebih kepada tidak meratanya distribusi rupiah antar bank. Akhirnya terjadi persaingan yang sengit dalam menggalang dana pihak ketiga (DPK).
Akibatnya, bank kecil sering mengalami kesulitan dalam meminjam dana di pasar uang melalui PUAB. Nah, transaksi repo ini memberi kemudahan karena adanya surat berharga sebagai jaminan, sehingga risiko kredit dapat dimitigasi.
Direktur Tresuri & Institusi Finansial BNI, Suwoko Singoastro, menyampaikan dukungan terhadap upaya meningkatkan volume transaksi Repo dan Reverse Repo, yang sifatnya secured dengan underlying surat berharga, agar distribusi likuiditas di pasar uang lebih merata.
"Dengan adanya partisipasi dari bank asing dalam transaksi Repo dan Reverse Repo, diharapkan pasar Repo akan semakin ramai, dan turut mendukung pendalaman pasar uang," ujar Suwoko dalma siaran pers, Rabu (14/1/2015).
Sampai saat ini BNI sudah menandatangani Mini MRA dengan 47 bank dan sejak diluncurkan, volume transaksi Repo dan Reverse Repo BNI sudah mencapai Rp 28,45 triliun.
"Di tahun 2015, kami menargetkan untuk menambah bank yang menandatangani Mini MRA dengan BNI, agar volume transaksi Repo dan Reverse Repo kami terus meningkat," jelas Suwoko.
(ang/dnl)











































