Agenda penandatanganan penggunaan Mini Master Repo Agreement (MRA) dihadiri oleh Direktur Treasury & Markets Bank Mandiri Royke Tumilaar, GM Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Jakarta Yusuke Katsuka, Senior Country Officer JP Morgan Chase Bank Jakarta Branch Haryanto T. Budiman dan Managing Director HSBC Jakarta Ali Setiawan.
Kemudian disaksikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara dan Direktur Utama Bank Mandiri Budi G Sadikin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau biasanya ditaruh di BI, sekarang alangkah baiknya bila itu berputar di perbankan itu sendiri," ungkap Mirza di Plasa Mandiri, Jakarta, Rabu (13/1/2015)
Karena di samping membantu bank lain yang tengah lemah dalam likuiditas, juga sekaligus bisa memperdalam pasar keuangan.
"Kalau dibiarkan begini terus, pasar tidak akan berkembang dan sulit untuk mencapai pendalaman pasar keuangan," sebutnya.
Apalagi makin banyak bank yang terlibat dalam kerjasama ini. Tidak hanya bank umum nasional dan bank daerah, melainkan bank asing yang ada di Indonesia.
"Harusnya transaksi repo, bisa semakin besar," tegas Mirza.
Budi G Sadikin menjelaskan, melalui kerjasama ini Bank Mandiri berharap dapat mendukung perbankan nasional dalammengoptimalkan transaksi repo/reverse repo sebagai salah satu alternatif pendanaan maupun pemanfaatan ekses likuiditas.
"Kerjasama ini sangat menguntungkan industri perbankan, termasuk bank-bank asing, dalam memenuhi kebutuhan pendanaan, khususnya jangka pendekserta membantu mengurangi risiko likuiditas. Oleh karena itu, kami berharap dapat mengajak bank-bank lain melakukan kerjasama Mini MRA ini," ungkap Budi.
Implementasi Mini MRA dilakukan dengan memanfaatkan penggunaan kontrak standar dalam transaksi repo/reverse repo antar bank. Hal itu dilakukan untuk mempermudah dan meminimalkan potensi resiko dari pelaksanaan transaksi repo/reverse repo antar bank.
Menurutnya, kehadiran alternatif pendanaan ini akan semakin memperdalam pasar uang antar bank di Tanah Air sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih baik bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas serta memperkuat daya tahan terhadap gejolak di perbankan.
Terkait hal tersebut, hingga akhir tahun lalu, Bank Mandiri telah menjalin kerjasama Mini MRA dengan 60bank dengan volume transaksi yang dibukukan mencapai Rp 32 triliun selama 2014. Volume transaksi Repo meningkat dari volume tahun 2013 yang sebesar Rp 24 triliun.
"Lonjakan transaksi tersebut terutama didorong oleh kerjasama Mini MRA yang dijalin dengan BPD, bank umum nasional dan bank campuran," jelas Budi
(mkl/ang)











































