Bank Mandiri akan Kumpulkan 800 Investor Lokal dan Asing Bahas Investasi

Bank Mandiri akan Kumpulkan 800 Investor Lokal dan Asing Bahas Investasi

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2015 17:53 WIB
Bank Mandiri akan Kumpulkan 800 Investor Lokal dan Asing Bahas Investasi
Jakarta -

PT Bank Mandiri Tbk bakal menggelar Mandiri Investment Forum 2015 pada tanggal 26 hingga 28 Januari 2015 di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta. Acara bertema Pushing the Structural Reform ini bakal dihadiri 800 orang investor dari seluruh dunia.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala N Mansury menjelaskan, acara ini akan berlangsung selama 3 hari ini‎ akan dilakukan 3 rangkaian kegiatan mulai dari tinjauan lapangan (site visit), diskusi panel, dan pertemuan tatap muka (one on one meeting) antara pelaku usaha dengan para investor.

"Ini adalah Investment Forum yang ketiga yang diselenggarakan Bank Mandiri dengan tujuan utama mendorong kegiatan investasi di Indonesia terutama investasi portfolio. Akan dihadiri 800 para pelaku usaha dan investor. Termasuk 150 investor institusi dari luar negeri," terang dia dalam Temu Media di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada acara pertama yakni tanggal 26 Januari 2015, para peserta akan diajak berkeliling ke sejumlah lokasi proyek dari mulai infrastruktur, properti, dan ritel. Salah satu proyek yang dikunjungi adalah perluasan bandara Soekarno-Hatta.

"Kita akan site visit ke Kalibaru untuk melihat salah satu proyek pelabuhan dalam mendukung tol laut, perluasan Bandara Soekarno-Hatta, ‎sejumlah proyek properti dan beberapa proyek pembiayaan mikro bank mandiri," sebut dia.

Dengan adanya tinjauan lapangan ini diharapkan para investor bisa mendapat gambaran utuh perihal proyek-proyek pembangunan yang sedang digiatkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Acara hari kedua adalah Diskusi Panel yang digelar di Ritz Carlton Mega Kuningan. Acara ini rencananya bakal dibuka secara resmi dengan pidato pengantar atau Key Note Speech dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Pembicara lain yang direncanakan hadir adalah Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Ketua DK OJK Muliaman D Hadad dan Gubernur BI Agus Martowardojo.

"Selain pembicara dari dalam negeri, ada juga pembicara dari luar negeri.‎ Tahun ini, Jim O'Neill professor bidang ekonomi dari Universitas Manchester‎," jelasnya.

Sementara acara di hari ketiga adalah pembicaraan tatap muka alias One on One Meetings yang akan dilakukan antara 33 emiten alias perusahaan tercatat di BEI dengan 77 perusahaan aset manajemen dari seluruh dunia.

"Nanti emiten-emiten itu akan memaparkan langsung ke masing-masing investor terkait peluang bisnis dan sejumlah proyek yang sedang mereka garap," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Ekonom Bank Mandiri Destri Damayanti menjelaskan, nantinya bentuk investasi yang disasar tidak melulu berbentuk investasi saham tetapi bisa juga diarahkan ke dalam investasi langsung asing alias foreign direct investment (FDI)

Skema yang ditawarkan pun akan beragam dari mulai pembelian saham-saham di BEI, pembelian obligasi maupun surat utang pemerintah hingga pembiayaan patungan alias joint venture.

"Bisa masuk di equity, masuk sebagai partner pembiayaan. Bisa masuk dalam bentuk bonds. Ke depan. Ada bond infrastruktur, dari pemerintah sedang menggodok supaya bisa menarik. ‎Jadi semua skema bisa kita tawarkan," papar dia.

Destri menyebut, peluang investasi yang bisa digarap dari acara ini sangat besar. Pasalnya, bila ditotal, jumlah dana kelolaan yang dimiliki para investor institusi yang hadir mencapai US$ 5‎ triliun.

"Investor-investor itu punya dana kelolaan hingga US$ 4-5 triliun (Rp 60.000 triliun). Mereka investor besar yang sudah punya portfolio besar di berbagai negara termasuk Indonesia," ungkapnya.

Diharapkan, acara ini bisa meningkatkan geliat investasi di tanah air termasuk mendukung sejumlah proyek pembangunan yang sedang digiatkan pemerintah dan membutuhkan banyak pembiayaan.

(dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads