Gubernur BI Burhanuddin Abdullah:
Merger BNI-BTN is a Good Thing
Jumat, 04 Feb 2005 17:21 WIB
Jakarta - Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, merger antara BNI dan BTN sebagai sesuatu yang baik jika merger bisa memperkuat struktur perbankan."Saya kira selama dia akan memperkuat struktur perbankan is a good thing," ujar Burhanuddin usai menjadi pembicara dalam Rapimnas Kadin di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (4/2/2005). Burhanuddin diminta tanggapannya perihal rencana pemerintah untuk menggabungkan dua bank BUMN yang belum go public yakni BTN dan BEI dengan bank yang sudah go public yakni BNI, BRI dan Bank Mandiri. Rencana itu sendiri diungkapkan oleh Meneg BUMN Soegiharto. Namun merger itu baru akan dilakukan jika BTN dan BEI tidak memenuhi target yang ditetapkan pemerintah selama tahun 2004. Isu yang berkembang saat ini adalah BTN akan dimerger dengan BNI. BI sendiri juga menyerukan merger kepada perbankan sebagai salah satu langkah untuk mempercepat konsolidasi perbankan yang dicanangkan pada tahun 2005 ini. Namun merger memang bukan satu-satunya langkah untuk mencapai konsolidasi. Lebih lanjut Burhanuddin menyarankan, karena baik BNI dan BTN merupakan bank yang sangat berbeda dan memiliki persoalan sendiri-sendiri, maka sebaiknya persoalan itu diselesaikan terlebih dahulu oleh masing-masing bank."BNI dan BTN masing-masing memiliki persoalan. Sekarang apakah kalau di merger menjadi baik? Bukankah menyelesaikan dulu masalahnya sehingga menjadi baik," demikian Burhanuddin.
(qom/)











































