Berapa kira-kira biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kartu ATM yang memakai chip? Rahmat Broto Triaji, SVP Transaksi Ritel Perbankan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyebutkan biaya kartu baru itu sekitar US$ 1 atau sekitar Rp 13.000.
Bank Mandiri sendiri harus mengganti sekitar 13,5 juta kartu baru. Artinya investasi yang dibutuhkan adalah US$ 13,5 juta atau sekitar Rp 175,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi tersebut belum termasuk dengan pembaharuan dari mesin ATM dan kelengkapan teknis lainnya. Termasuk untuk mesin Electronic Data Capture (EDC).
"Belum sama pengembangan host dan perlengkapan hardware selain kartu," ujarnya.
Rahmat belum dapat menyebutkan terkait biaya dari penggantian kartu akan dibebankan kepada nasabah atau tidak. BI meminta dana ini disediakan oleh perbankan.
"Lihat nanti keputusannya," sebut Rahmat.
Tujuan dari chip yang paling utama adalah sisi keamanan. Ini seiring dengan kecanggihan teknologi yang memungkinkan timbulnya fraud.
Kartu ATM saat ini yang hanya menggunakan pita magnetik masih mudah terserang tangan jahil tak bertanggung jawab. Nah, tingkat keamanan kartu ATM dengan chip ini dinilai jauh lebih tinggi.
Teknologi ini memungkinkan kartu memiliki enkripsi yang melindungi kerahasiaan data sehingga tidak dapat dipalsukan.
Rahmat menambahkan, kartu dengan chip juga memiliki kapasitas penyimpanan data yang lebih besar serta dapat melakukan pemrosesan transaksi dengan lebih cepat, termasuk transaksi secara offline.
(mkl/ang)











































