Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Irwan Lubis mengatakan, untuk mencapai target tersebut bukan hal yang mudah. Pasalnya, persepsi perbankan masih sangat negatif terhadap sektor kelautan dan perikanan yang dianggap rawan kredit macet.
"Di sektor maritim, umumnya ditargetkan pertumbuhan satu digit. Tapi kita coba 50% kali ini. Kita tetap jaga dan mitigasi risiko agar kredit macetnya tetap kecil," kata Irwan dalam diskusi bersama Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia di Menara Kadin, Jakarta, Senin (6/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam RBB (Rencana Bisnis Bank) 2015, OJK mendorong 22 bank bermodal besar untuk meningkatkan kreditnya di sektor kemaritiman. Sebab, tahun lalu kredit ke sektor ini hanya tersalurkan 2,36% dari total kredit perbankan.
"Kita akan menginisiasi untuk membuat database membangun informasi mengenai sektor-sektor mana saja yang potensial untuk dibiayai dan menguntungkan. Kita mendorong sumber daya manusia di perbankan, terutama untuk analis kredit yang mengerti mengenai sektor kemaritiman," ucap Irwan.
(dna/hds)










































