Pakai Internet Banking, Uang Nasabah Ini Raib Rp 41 Juta

Pakai Internet Banking, Uang Nasabah Ini Raib Rp 41 Juta

- detikFinance
Kamis, 09 Apr 2015 11:47 WIB
Pakai Internet Banking, Uang Nasabah Ini Raib Rp 41 Juta
Jakarta - Pembobolan dana nasabah lewat transaksi internet banking kembali terjadi. Wahab Yulfikar, seorang nasabah PT Bank Mandiri Tbk, kaget karena tiba-tiba Rp 41,092 juta hilang, usai bertransaksi internet banking.

"Ini terjadi pada Rabu 8 April 2015 kemarin. Saya berniat mengecek saldo di internet banking. Tiap hari biasanya tidak ada masalah, saya membuka www.bankmandiri.co.id. Saya login mengikuti perintah dengan memasukkan user ID dan password, lalu muncul sinkronisasi token dan saya masukkan. Tiba-tiba uang saya hilang tanpa melakukan transaksi," jelas Wahab kepada detikFinance, Kamis (9/4/2105).

Uang di rekeningnya yang hilang sebanyak Rp 41,092 juta. Ini karena 2 transaksi yang tidak dilakukannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saldo saya awalnya Rp 98 juta, terus berkurang Rp 41,092 juta. Saya transaksi di kantor," imbuh Wahab yang merupakan nasabah Bank Mandiri Semarang.

Karena kejadian ini, Wahab langung melapor ke kantor cabang Bank Mandiri RS Karyadi, Semarang. Pihak Bank Mandiri langsung menelusuri uang dari rekening Wahab yang beredar. "Ternyata ditemukan uang saya masuk ke rekening yang tidak saya kenal, ada di Bank Niaga dan BCA," jelas Wahab.

Dia pun langsung melakukan pembekuan rekening. Namun sampai saat ini Wahab mengatakan, dia masih menunggu nasib uangnya yang dibobol tersebut. Karena pihak Bank Mandiri harus melakukan pelaporan ke pusat.

Dikonfirmasi secara terpisah, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, pihak sudah menelusuri kejadian ini.

"Kami di lingkungan perbankan, beberapa waktu terakhir memang sudah duduk bareng, agar kalau ada kejadian seperti ini, maka uang yang tertransfer karena pembobolan bisa dikembalikan. Saat ini kami sedang investgasi," kata Rohan.

Dia mengatakan, kasus sinkronisasi token merupakan ulah virus pembobol yang akan mencuri data password pengguna internet banking. "Hati-hati dan jaga PC atau laptop anda dari virus," ujar Rohan.

Kasus pembobolan internet banking lewat virus ini, ujar Rohan, bisa terjadi di bank mana pun. Karena itu nasabah pengguna harus sangat berhati-hati.

Simak berita soal rawannya internet banking di sini, dan juga di sini.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads