Keluar dari Daftar Hitam FATF
RI Capai Investment Grade 2005
Jumat, 11 Feb 2005 14:46 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, jika Indonesia keluar dari daftar NCCT Non Cooperative Countries and Teritories) dalam hal pencucian uang, maka country risk Indonesia akan turun dan peringkat akan naik. Selanjutnya Indonesia diharapkan bisa mencapai level investasi atau investment grade 2005. Aburizal atau biasa dipanggil Ical ini mengatakan hal tersebut kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (11/2/2005) menanggapi hasil sidang FATF (Financial Action Task Force on Money Laundering) yang berakhir hari ini."Selain country risk turun dan rating naik, dengan kita keluar dari daftar non cooperative countries FATF, maka setiap kali ada transaksi, kita tidak dicurigai lagi. Itu yang baik buat kita," kata Ical.Ical juga mengakui dirinya sudah mendapatkan info melalui sms bahwa Indonesia sudah keluar dari daftar NCCT. "Saya baru dapat kabar lewat sms. Nanti saya akan mendengar dulu kabar langsung dari Paris," katanya.Ditambahkan, keempat menteri yang diutus pemerintah untuk menjadi utusan khusus ketika melakukan lobi ke sejumlah negara bukan melakukan lobi politik, namun lebih ke upaya meyakinkan negara anggota FATF dalam masalah teknis pelaksanaan anti pencucian uang di Indonesia. Sebelumnya pemerintah telah mengirim sejumlah menteri untuk menjadi utusan khusus atau special envoy untuk melobi negara anggota FATF. Mereka adalah Menteri Perdagangan Mari Pangestu merupakan utusan khusus untuk melobi negara anggota FATF yakni Inggris dan Perancis. Sementara Mensesneg Yusril Ihza Mahendra diutus untuk melobi Jepang dan Hong Kong, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie melobi AS dan Kanada, Menkeu Jusuf Anwar ke Australia dan Selandia Baru.
(qom/)











































