"Bank Bukopin menargetkan hingga akhir tahun 2015, pembiayaan kelautan mencapai Rp 2,67 triliun yang terdiri dari Rp 2,5 triliun pembiayaan transportasi laut dan Rp 170 miliar pembiayaan perikanan," kata Direktur Bukopin Mikrowa Kirana, dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2015).
Program Jaring bertujuan meningkatkan pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan yang terus bertumbuh serta mendorong perluasan akses masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2014, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan meningkat menjadi 8,9%. Pencapaian tersebut, di atas rata-rata PDB nasional yang hanya berada pada level 5,01% di periode yang sama.
Hingga akhir 2014 Bukopin telah menyalurkan pembiayaan kelautan dan perikanan sebesar Rp 2,19 triliun yang terdiri dari pembiayaan transportasi laut Rp 2,1 triliun dan pembiayaan perikanan Rp 89 miliar.
Β
Pada tahun 2015, bank berkode BBKP berencana menyalurkan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan Rp 481 miliar yang terdiri dari pembiayaan transportasi laut Rp400 miliar dan pembiayaan perikanan Rp 81 miliar.
Dengan demikian, hingga akhir tahun 2015 pembiayaan kelautan bank swasta itu ditargetkan mencapai Rp 2,67 triliun yang terdiri dari Rp 2,5 triliun pembiayaan transportasi laut dan Rp 170 miliar pembiayaan perikanan.
Total pembiayaan kedelapan bank dan konsorsium Industri Keuangan Non Bank (IKNB) tersebut pada sektor kelautan dan perikanan periode Desember 2014 adalah Rp 10,8 triliun dengan komitmen pertumbuhan pembiayaan ke sektor kelautan kelautan dan perikanan sampai Desember 2015 sebesar Rp 7,2 triliun atau rata-rata pertumbuhan sebesar 66,2%.
Dalam data yang dirilis OJK disebutkan, komitmen tambahan pembiayaan untuk tahun 2015 akan meningkatkan outstanding porsi pembiayaan perbankan pada sektor kelautan dan perikanan yang per Desember 2014 yang mencapai Rp 17,6 triliun atau sebesar 0,49% dari total pembiayaan perbankan nasional. Sementara itu, pembiayaan IKNB kepada sektor tersebut pada 2014 mencapai Rp 1,7 triliun atau sebesar 0,7% dari total pembiayaan IKNB.
OJK melalui inisiatif ini telah menargetkan pertumbuhan kredit kelautan dan perikanan pada 2015 sebesar 67% dari realisasi Desember 2014 yang sekitar Rp 17,6 triliun, hingga menjadi Rp 29,39 triliun sepanjang 2015.
(ang/ang)











































