Bank Danamon Berharap Bisa Jadi Anchor Bank

Bank Danamon Berharap Bisa Jadi Anchor Bank

- detikFinance
Selasa, 15 Feb 2005 17:11 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon tbk berharap bisa menjadi anchor bank atau bank jangkar terkait rencana Bank Indonesia untuk mempercepat konsolidasi perbankan. Dengan menjadi bank jangkar, Bank Danamon berharap bisa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk merger atau akuisisi.Demikian disampaikan Dirut Bank Danamon Francis Rozario dalam jumpa pers di Four Season Hotel, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (15/2/2005).Namun demikian Rozario mengaku pihaknya akan menunggu terlebih dahulu pengumuman lebih lanjut dari BI. Sebelumnya BI mengatakan baru akan mengumumkan bank jangkar sekitar pertengahan tahun ini. Rozario menambahkan, Bank Danamon tetap akan fokus pada pertumbuhan organik untuk pengembangan usahanya. Bank Danamon sejauh ini belum berencana menambah kepemilikan saham di PT Adira Dinamika Multi Finance dimana saat ini perseroan sudah memiliki 75 persen sahamnya. Namun diakui Bank Danamon mempunyai hak opsi untuk membeli sisa saham dalam jangka waktu 30 bulan ke depan. Sedangkan untuk penerbitan obligasi Senior sebesar Rp 2,5 triliun, Rozario berharap sudah bisa dilaksanakan pada akhir Maret atau pertengahan April. Obligasi tersebut dananya bukan untuk menambah modal melainkan untuk ekspansi usaha seperti kredit.Danamon Simpan PinjamTerkait unit Danamon Simpan Pinjam (DSP), direktur komersial Bank Danamon Jerry Ng mengungkapkan pada tahun 2005 Bank Danamon berencana membuka 600-650 kantor cabang yang tersebar diseluruh Indonesia. Dari jumlah itu sekitar 400 unit adalah Danamon Simpan Pinjam.Sebelumnya, pembentukan unit DSP ini sempat memicu kemarahan dari Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo). Bank Danamon bahkan diancam akan dilaporkan ke KPPU terkait DSP ini karena dinilai telah membajak karyawan dan nasabah BPR. Sedangkan sampai akhir 2004 total DSP mencapai 264-300 unit yang melayani 150 ribu nasabah. Total dana pihak ketiga DSP per tahun 2004 Rp 280 miliar dengan pinjaman yang disalurkan Rp 655 miliar dimana sebeasr Rp 200 miliar dalam bentuk chanelling termasuk kepada BPR sebesar Rp 60 miliar. Menurut Jerry, DSP sebenarnya merupakan kelanjutan dari pengembangan cabang pembantu usaha kecil atau capuk yang telah berdiri pada tahun 1994. DSP memberikan pinjaman terendah Rp 1 juta dan tertinggi Rp 100 juta. "Sebenarnya kita tidak ada masalah dengan Perbarindo. Ini hanya strategi bisnis Bank Danamon saja. Dan kita sudah berbicara dengan pihak Perbarindo," kata Jerry. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads