Buka Tabungan Ini, Pelajar Bisa Setor Minimal Rp 1.000

Buka Tabungan Ini, Pelajar Bisa Setor Minimal Rp 1.000

Lani Pujiastuti - detikFinance
Sabtu, 13 Jun 2015 17:55 WIB
Buka Tabungan Ini, Pelajar Bisa Setor Minimal Rp 1.000
Jakarta - Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi salah satu perbankan yang ikut meluncurkan produk Simpel IB atau Simpanan Pelajar Perbankan Syariah. Bank Syariah Mandiri bekerjasama dengan SMA IT Nurul Fikri, Jakarta.

Apa keunggulan produk ini?

Agung Pramono, Kepala Kantor Kas Graha Mandiri, Bank Syariah Mandiri menjelaskan produk tujuannya adalah untuk mengakomodir pelajar. Di mana kecenderungan masih di bawah 17 tahun dan belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Tabungan untuk siswa ini tujuannya untuk mengakomodir kegemaran menabung sejak dini dari mulai PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs sampai SMA/MA," ungkapnya kepada detikFinance, Sabtu (13/6/2015).

Selama ini, banyak pelajar yang juga bisa memiliki tabungan. Akan tetapi masih menggunakan kuasa orang tua. Nama yang tertera di dalam buku tersebut juga bukan nama pelajar itu sendiri.

"Kan kurang bangga, dari daftar pakai KTP mamah, buku rekening dan narik uang pun orang tua," imbuhnya.

Produk ini, sengaja bisa dituliskan nama sendiri, bisa memiliki ATM sendiri dan untuk persyaratannya hanya perlu dihadiri oleh orang tua. Pelajar tersebut bisa mengelola keuangannya sendiri.

"Kebanggaan tersendiri buat anak-anak biar makin gemar nabung. Orang tua cukup hadir aja pada saat pendaftaran," kata Agung.

Tabungan ini bebas dari administrasi. Setoran awal hanya Rp 1.000. Untuk setoran selanjutnya juga minimal Rp 1.000. Namun bila ingin memiliki Anjungan Tunai Mandiri (ATM) maka saldo minimal adalah Rp 100.000.
 
"Program ini baru di-launching hari ini, sekaligus kita kampanyekan Seribu, Seribu, Seribu," ujarnya sembari berkampanye.

Akan tetapi, untuk mendapatkan tabungan ini tidak bisa secara perorangan. Bank akan menjalin kerjasama dengan pihak sekolah. Layanan perbankan pun akan disediakan khusus di sekolah tersebut dengan periode tertentu.

"Jadi dari BSM akan datang reguler setiap seminggu atau sebulan sekali, kondisional sesuai perjanjian yang diminta," tukasnya.

Secara umum, Agung optimistis program ini akan menambah pangsa pasar dari perbankan syariah yang sekarang hanya sekitar 5%. Sebab sangat disayangan dengan mayoritas penduduk muslim, namun perbankan syariahnya masih kalah dari konvensional.

"Nah, dengan gerakan ini diharapkan gemar nabung sejak kecil. Mungkin dampaknya belum bisa dirasakan 1-2 tahun. Butuh waktu 5-10 tahun hingga anak-anak ini dewasa untuk tanamkan gemar menabung dan muncul kesadaran berbank syariah," paparnya.

Ekonomi syariah, kata Agung sangat cocok dengan perekonomian Indonesia yang tengah berkembang. Memang tantangannya adalah menjaga kepercayaan nasabah, agar merasakan keuntungan meletakkan dana di bank.

"Masyarakat punya kecenderungan menabung, tapi perbankan dipikirnya buat apa simpan uang di bank, ngga dapat apa-apa. Mending diputar usaha atau investasi. Dengan adanya syariah kita ingin kembalikan kepercayaan nasabah perbankan lagi," pungkasnya.
 

(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads