Bank di Yunani ditutup sejak 28 Juni 2015, saat negara ini mengalami kebuntuan kesepakatan utang baru dengan krediturnya di Eropa dan International Monetary Fund (IMF).
Saat ini, Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) memutuskan tidak akan memberikan bantuan uang lagi ke perbankan Yunani, hingga ada kesepakatan baru antara Yunani dengan krediturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden European Council, Donald Tusk mengatakan saat ini adalah saat paling kritis dalam sejarah eurozone.
"Tenggat waktunya adalah akhir pekan ini," kata Tusk di Brussel.
Yunani membutuhkan suntikan dana baru untuk mencegah ekonominya hancur lebih parah. "Bank diliburkan hingga 13 Juli 2015," demikian pernyataan Kementerian Keuangan Yunani, dilansir dari BBC, Kamis (9/7/2015).
Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah perbankan kolaps. Yunani telah gagal membayar utangnya ke IMF pada 30 Juni 2015 lalu.
Dalam 5 tahun ini, Yunani telah mendapatkan suntikan dari Eropa dan IMF hingga 200 miliar euro, atau Rp 2.800 triliun.
(dnl/ang)











































