Jumlah Anchor Bank Tergantung Pertumbuhan Ekonomi RI

Jumlah Anchor Bank Tergantung Pertumbuhan Ekonomi RI

- detikFinance
Selasa, 22 Feb 2005 15:20 WIB
Jakarta - Bank Indonesia tidak menentukan jumlah anchor bank atau bank jangkar yang nanti akan dibentuk dalam rangka konsolidasi perbankan. Namun jumlah anchor bank tergantung pada pertumbuhan ekonomi nasional dimana semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, maka akan semakin banyak anchor bank yang dibentuk. Demikian disampaikan Deputi Senior Gubernur BI Miranda Goeltom usai rapat tertutup dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2005)."Kalau ekonomi kita tumbuh seperti Cina 9 atau 10 persen per tahun, mungkin yang tadi kita pikir cukup 2 (anchor bank), mungkin perlu 3 atau lebih," kata Miranda. Miranda menambahkan, dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API), tidak pernah disebutkan berapa jumlah anchor bank. Namun yang jelas, kata Miranda, di setiap strata perbankan akan ada anchor banknya. "Anchor/I> bank adalah bank yang nantinya akan memerger, akuisisi atau manage bank lain. Jadi setiap strata ada anchor banknya," urai Miranda.Mengenai kemungkinan bank BUMN menjadi anchor bank, Miranda mengatakan hal itu bisa saja terjadi asalkan bank itu sehat dan kuat dari segi permodalan, SDM, IT dan customer base dll. "BI tidak menentukan apakah bank tersebut BUMN atau bukan. Tetapi sebagai anchor bank, bank itu harus kuat sekali. Jadi itu kriteria utama," kata Miranda.Soal merger perbankan, Miranda menjelaskan, izinnya harus diperoleh terlebih dahulu dari BI. Dan dari BI harus melihat apakah bank itu memenuhi kriteria atau tidak. "Tentunya kalau mereka ingin merger bisa saja. Bukan hanya harus ada pertimbangan dari BI, tapi persetujuan BI," demikian Miranda Goeltom. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads