"Itu triliunan cadangan devisanya. Itu kan refleksi dari kemampuan dia meminjamkan, karena itu dolar yang dimiliki China kan," kata Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portfolio Utang, Ditjen Pembiayaan dan Pengeloaan Risiko (DJP2R) Kementerian Keuangan, kepada detikFinance, Senin (13/7/2015)
Bila hal tersebut dapat direalisasikan, tentunya akan membantu kebutuhan pembiayaan yang ada di Indonesia. Karena mengingat kebutuhan pemerintah yang sangat besar dan terus meningkat setiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, penerbitan surat utang hanya pada denominasi mata uang Internasional tertentu. Selain dolar Amerika Serikat (AS), adalah euro dan yen. "Kami kan rata-rata berhubungan dengan negara lain kan yang hard currency, misalnya dolar, euro, dan yen," terangnya.
Untuk kelompok Bank Sentral yang selama ini aktif dalam pembelian SUN adalah dari Timur Tengah, Eropa dan, beberapa negara lainnya untuk fund long term atau jangka panjang. Nilainya mencapai Rp 102,3 triliun pada posisi 7 Juli 2015.
"Harapan kami memang China bisa ikut dalam pembelian SUN," tegas Schneider.
(mkl/ang)











































