Bank Patungan 3 BUMN Bidik Nasabah Pensiunan PNS

Bank Patungan 3 BUMN Bidik Nasabah Pensiunan PNS

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2015 17:27 WIB
Bank Patungan 3 BUMN Bidik Nasabah Pensiunan PNS
Jakarta - PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) menggandeng PT Taspen (Persero) untuk membidik nasabah di sektor Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif dan pensiunan.

Dengan kerjasama tahap awal ini, selanjutnya pembayaran Tunjangan Hari Tua (THT), THT Multiguna dan uang pensiun bulanan bisa memakai jasa Bank Mantap.

Bank Mantap sendiri merupakan perusahaan patungan yang dimiliki oleh PT Bank Mandiri Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Bank Mantap Nixon Napitupulu menyebut kerjasama ini bisa membuat layanan bagi PNS aktif dan pensiun bukan hanya fasilitas pembiayaan tetapi juga berbagai fasilitas layanan jasa keuangan lain.

"Dengan adanya Bank Mantap, nasabah bisa diuntungkan. Survey ke lapangan, lembaga lain kasih kredit Rp 100 juta tapi yang bisa dibawa pulang oleh pensiunan adalah Rp 85 juta kalau bank mantap jauh di atas itu. Kita juga memberi pelatihan wirausaha, pelatihan peternakan, pertanian hingga kerohanian," kata Nixon saat acara Penandantanganan Perjanjian Kerjasama Pembayaran Tabungan Hari Tua, THT Multiguna dan Pensiun di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Taspen digandeng karena memiliki akses langsung terhadap pensiunan dan database kepagawaian PNS yang lengkap.

Di depan tamu yang hadir, Nixon optimis Bank Mantap bakal terus tumbuh. Kini total aset Bank mantap tercatat Rp 2 triliun dan kredit yang telah tersalurkan mencapai Rp 1,058 triliun hingga semester I 2015.

"Target kita tahun 2015, aset Bank Mantap bisa melampaui bank dengan buku I dan tahun 2016 bisa melampaui Bank dengan buku II," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur utama Taspen Iqbal Latanro optimis Bank Mantap bakal menjadi salah satu bank besar yang fokus menyasar nasabah PNS aktif, pensiunan dan UKM.

"Semangat Pak Nixon, saya rasa target 2.000 nasabah baru pensiunan bisa tercapai dalam 6 bulan," kata Iqbal.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads