Buka Kantor Cabang di Seoul, BNI Bidik Remitansi 50.000 Pekerja Korsel

Laporan dari Seoul

Buka Kantor Cabang di Seoul, BNI Bidik Remitansi 50.000 Pekerja Korsel

Chaidir Anwar Tanjung - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2015 14:50 WIB
Buka Kantor Cabang di Seoul, BNI Bidik Remitansi 50.000 Pekerja Korsel
Seoul - Jumlah remitansi (kiriman uang para pekerja) dari Indonesia ke Korea mencapai lebih dari US$ 160 juta per tahun. Pada saat yang sama, lebih dari 40.000 pekerja Indonesia berada di Korea dan mencatatkan remitansi ke Indonesia sekitar US$ 110 juta.

Hal ini menjadi peluang perbankan Indonesia masuk ke pasar di Korsel. Salah satunya yang akan membuka kantor cabang di Korsel adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) Muliaman D Hadad mengunjungi lokasi ruangan yang akan nantinya akan dijadikan kantor PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Lokasinya terletak di kawasan Bisnis Distrik Jung, Seoul, Jumat (28/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, BNI tengah dalam proses persiapan untuk memperoleh Main Licence. Adapun Preliminary Licence sudah diperoleh BNI dari Financial Supervisory Commission (FSC) Korea pada April 2015.

Muliaman mengutarakan, OJK meminta agar BNI bisa membuka Desk Korea untuk memfasilitasi hubungan ekonomi Indonesia dengan Korea. Banyak sekali potensi investasi di Indonesia yang dapat difasilitasi.

"Korea memang melihat Indonesia sebagai rekan bisnis yang penting bagi mereka. Untuk itu kami juga mendorong agar pengusaha Indonesia masuk ke Korea. Karena perbankan akan efektif berbisnis apabila sektor riilnya juga maju," ujar Muliaman.

Sebelumnya, OJK memberi peluang untuk memfasilitasi bank asal Indonesia membuka kantor cabang di Korea Selatan (Korsel) sebagai bagian dari prinsip resiprokal dengan FSC Republik Korea.

Sebelumnya, BNI telah mengirimkan surat ke OJK pada tanggal 2 Oktober 2014 perihal Permohonan Pembukaan Kantor Cabang Luar Negeri Korea Selatan, dan kemudian OJK memberikan persetujuan pembukaan cabang BNI Seoul pada 21 November 2014. Peluang semakin lebar setelah FSC memberikan izin pada 4 April 2015.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan bahwa, operasional BNI Cabang Seoul diharapkan akan berjalan secara penuh pada Triwulan IV 2015. Misi utama BNI dalam memperluas jaringan ke Korea Selatan tersebut adalah ingin berperan aktif dalam memperlancar interaksi keuangan antar entitas bisnis di Korea Selatan yang memiliki bisnis di Indonesia dan sebaliknya.

Berbagai layanan yang siap diberikan oleh BNI melalui kantor cabang luar negeri ke-6 ini adalah Trade Finance, Remitansi, Offshore Loan, Conventional Funding, hingga Treasury Business.

Model bisnis yang akan dikembangkan BNI dengan Cabang terbarunya ini akan semakin menajamkan hubungan kerja sama dengan beberapa bank regional asal Korea yang selama ini sudah dilakukan yaitu dengan Nonghyup Bank, Kookmin Bank, dan Kexim Bank. Salah satu manfaatnya antara lain memberikan pinjaman rupiah kepada perusahaan-perusahaan Korea yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia dengan rate yang lebih kompetitif.

Potensi bisnis perbankan utama yang diberikan adalah pelayanan ekspor impor mengingat Indonesia dan Korea Selatan merupakan mitra dagang yang sudah berhubungan lebih dari empat dasawarsa. Potensi Trade Finance Services dapat diperoleh dari pembukaan Letter of Credit (L/C), pembiayaan ekspor, forfaiting, hingga Offshore Loan. juga tidak menutup kemungkinan pembukaan ATM di Seoul.

BNI Seoul dapat melayani pembukaan L/C sekitar 10% dari jumlah pembukaan L/C di Kantor Pusat di Jakarta, dan melayani Usance Payable At Sight Refinancing sekitar 20% dari total ekspor yang dilayani di Kantor Pusat Jakarta.

Saat ini, terdapat lebih dari 2.000 perusahaan asal Korea yang bergerak di Indonesia, dimana terdapat lebih dari 50.000 ekspatriat Korea yang bekerja di berbagai kota di Indonesia.

Jumlah remitansi dari Indonesia ke Korea mencapai lebih dari US$ 160 juta. Pada saat yang sama, lebih dari 40.000 pekerja Indonesia berada di Korea dan mencatatkan remitansi ke Indonesia sekitar US$ 110 juta.

Keberadaan BNI Seoul dapat mempermudah layanan remitansi dari Korea ke Indonesia yang diperkirakan mencapai lebih dari 240.000 kiriman per tahun. Dengan demikian, komitmen BNI untuk membuka peluang bisnis lintas batas antara Indonesia dan Korea serta memecahkan hambatan-hambatannya, dapat terwujud.

Ketua BNP2TKI Nusron Wahid menyebutkan bahwa dengan adanya BNI di Korea diharapkan akan mengalihkan kebiasaan TKI di Korea dari pengiriman uang melalui fasilitas nonbank menjadi berbasis rekening. Itu diharapkan akan semakin mendekatkan TKI ke lembaga keuangan asal Indonesia.

Keberadaan BNI Seoul menambah cakupan layanan BNI di luar negeri. Saat ini, BNI memiliki lima kantor cabang di luar negeri; yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hongkong; satu sub branch di Osaka; Limited Purpose Branch di Singapura; dan satu anak perusahaan di Hong Kong, BNI Remittance Limited, yang khusus menangani transaksi kiriman uang. Remittance representative officer yang tersebar di Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Belanda dan Amerika Serikat.

(cha/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads