Ini Dia Pejabat yang Bakal Ditemui Lagarde Besok

Ini Dia Pejabat yang Bakal Ditemui Lagarde Besok

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 31 Agu 2015 18:04 WIB
Ini Dia Pejabat yang Bakal Ditemui Lagarde Besok
Foto: Reuters
Jakarta - Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde akan datang ke Indonesia pada 1-2 September 2015.

Kedatangannya tersebut dalam rangka menghadiri acara seminar internasional yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bersama IMF di Gedung BI, Thamrin, Jakarta.

Konferensi internasional dengan tema "Tantangan Ekonomi Global dan Implikasinya bagi Para Pembuat Kebijakan di Asia" ini akan menghadirkan pimpinan dan pejabat tinggi dari beberapa bank sentral negara anggota IMF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan yang dipastikan hadir adalah Jepang, India, Sri Langka, Kamboja, Laos, dan Australia.

Siapa saja yang akan ditemui Lagarde saat berkunjung ke Indonesia?

Kepala Departemen BI Aida Budiman menyebutkan, selain bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Lagarde akan menemui beberapa pejabat penting lainnya seperti Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, dan Gubernur BI Agus Martowardojo.

"Christine Lagarde dijadwalkan akan bertemu Jokowi, Gubernur BI Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, dan pejabat lainnya," sebut dia saat konferensi pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Aida mengatakan, kunjungan Lagarde ke Indonesia murni untuk menghadiri acara seminar tersebut dan tidak ada kesepakatan apa pun termasuk soal utang atau pinjaman.

"Nggak ada kok, cuma soal seminar saja," katanya.

Menurut Aida, Lagarde ingin tahu lebih jauh soal perkembangan ekonomi Indonesia saat ini dan ingin tahu bagaimana caranya Indonesia bisa terlepas dari masa-masa sulit krisis ekonomi 1998.

"BI melihat ada kesempatan untuk bekerjasama dengan IMF, kita mengambil isu financing for development, meng-address infrastruktur, potensial output, investasi, itu akan bermanfaat untuk meningkatkan kerja, bagaimana mengatasi stabilitas makro ekonomi, Christine juga akan memberikan apresiasi kepada Indonesia karena sudah berhasil keluar dari krisis 1998," ungkapnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads