"Aset yang dikelola LPS hampir Rp 60 triliun, tertinggi dalam sejarah. Pada 2008 (aset LPS) masih di bawah Rp 14 triliun," kata Plt Kepala LPS Fauzi Ichsan dalam Media Gathering di Restoran Meradelima, Jakarta, Rabu (9/9/2015).
Dengan aset yang sudah cukup besar ini, LPS percaya diri mampu melakukan penyelamatan seandainya situasi ekonomi di Indonesia memburuk hingga menyebabkan adanya bank umum yang gagal bayar. Dengan begitu, dampak sistemik kegagalan sebuah bank terhadap perekonomian nasional dapat ditangkal. "LPS sudah stress test, kalau 1-2 bank kita masih siap," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sisi indikator perbankan secara umum, perbankan Indonesia dalam kondisi normal. CAR di kisaran 20%, tertinggi dalam sejarah. Waktu 2008 (CAR) masih 17%. NPL 2,7%, masih di bawah level waktu tahun 2008 yaitu 3,5%. Kita masih jauh dari krisis," dia menegaskan.
Di samping itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga pengawas perbankan belum mengalihkan 1 pun bank umum kepada LPS. Artinya, belum ada bank umum yang gagal bayar.
Kata Fauzi, indikasi akan adanya bank yang gagal bayar sehingga perlu diserahkan pada LPS pun belum ada. "OJK belum mengalihkan dan belum ada indikasi mengalihkan bank gagal ke LPS," tutupya.
(ang/ang)











































