Dalam waktu dekat, OJK akan meluncurkan program 'Sahabat Keuangan Maritim' yang fungsinya untuk memberikan penyuluhan atau bimbingan khusus kepada para nelayan kecil yang membutuhkan akses keuangan.
"Kita akan membentuk Sahabat Keuangan Maritim, membantu Bu Susi, sebetulnya konsepnya mirip-mirip konsultan keuangan mitra bank, jadi sahabat keuangan maritim ini mirip-mirip penyuluh tapi khusus dibuat untuk sektor maritim," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat berbincang bersama detikFinance, di kantornya, Gedung OJK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (20/10/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui program pembentukan Sahabat Keuangan Maritim tersebut, para nelayan kecil yang tidak paham keuangan ini akan didampingi oleh Sahabat Keuangan Maritim.
Tugasnya, memberikan penjelasan kepada para nelayan agar mengerti soal sektor keuangan, khususnya cara mengajukan pinjaman.
Pembentukan program ini tentu tidak dilakukan sendirian. Akan ada konsorsium perusahaan pembiayaan baik lokal maupun asing yang akan ikut membiayai rencana ini.
"Ini nanti partner nya sementara ini perusahaan pembiayaan, ada konsorsium besar, kita buka, bukan hanya perusahaan konsorsium lokal tapi asing pun boleh ikut yang penting dia ngasih kredit ke sektor maritim, nanti kita rekrut, istilahnya pendamping nelayan untuk memberikan bimbingan, nasehat, dan keungan, ya mirip-mirip agen, mirip penyuluh, membina nasabah, ini kita sebut Sahabat Keuangan Maritim," jelas dia.
Muliaman mengungkapkan, selama ini pelaku industri kelautan dan perikanan belum memiliki kemampuan yang memadai dalam rangka memitigasi pembayaran cicilan, pokok utang, pengembangan produk dan lainnya.
Pelaku industri kelautan dan perikanan membutuhkan bimbingan teknis terkait akses pembiayaan, disertai kelengkapan dokumen.
Dengan demikian diharapkan akan lebih mudah, terbuka akses bagi para pelaku industri maritim terutama yang mikro terhadap layanan jasa keuangan baik yang konvensional maupun syariah terutama perusahaan asuransi, pembiayaan, dan penjaminan kredit.
"Kita sebut Sahabat Keuangan Maritim, kita harapkan bisa menjelaskan secara komprehensif kepada siapa saja yang terkait di industri kemaritiman tentang berbagai macam pembiayaan," katanya.
Sahabat Keuangan Maritim, lanjut Muliaman, nantinya membantu mengajukan proposal, pembiayaan, atau melampirkan kelengkapan dokumen.
"Program ini juga mengurangi tingkat pengangguran, jumlah orang miskin makin banyak, kita harus gerak. Peraturan OJK, peraturan perusahaan penjaminan sudah disiapkan, jadi ini bukan akan tapi tinggal jalan," terang dia.
Untuk tahap awal, Muliaman menyebutkan, OJK telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada sekitar 300 orang yang disebut sebagai Sahabat Keuangan Maritim di beberapa kota.
"Dalam satu bulan kemarin, dengan materi lembaga jasa keuangan, administrasi keuangan, nanti mereka ngajarin ke pelaku maritim mikro. Nanti dilengkapi penggunaan teknologi, sekarang sudah masuk ke desa-desa, sehingga layanan komunikasi bisa dilakukan," tuturnya.
Muliaman menyebutkan, berdasarkan komitmen pembiayaan yang sempat dikumpulan dari konsorsium (bukan bank), ada komitmen sebesar Rp 1 triliun untuk tahap pertama.
Sampai saat ini telah terealisasi Rp 238 miliar. Dalam waktu satu bulan ke depan akan direalisasikan Rp 152 miliar lagi, ini sampai bulan depan berarti Rp 390 miliar. Saat ini on the pipeline untuk pembiayaan Rp 165 miliar, dalam proses analisis kelayakan dan survei," sebut dia.
Untuk tahap pertama, Muliaman menyebutkan, target calon Sahabat Keuangan Maritim disasar sedikitnya 10.000 orang.
"Syaratnya dia harus ngikut program pelatihan, minimal D3 atau S1, lulusan SMA boleh, tapi sudah punya pengalaman, sudah sangat senior, jadi pengalaman harus memadai. Target 10.000 itu dari September 2015 ke September 2016. OJK bersama perusahaan pembiayaan akan mengontrolnya," imbuh Muliaman.
(drk/ang)











































