Bahkan, di Oktober ini diperkirakan akan terjadi deflasi. Hingga minggu ketiga bulan ini, sudah terjadi deflasi 0,09%. Melihat rendahnya tingkat inflasi tahun ini, akankah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya atau BI rate?
"Kita masih perlu lihat," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun angka inflasi dinilai rendah dan nilai tukar rupiah mulai menunjukkan perbaikan, namun kondisi ekonomi global masih belum kondusif. Stabilitas sistem keuangan masih rentan.
"Perkembangan di dalam negeri menunjukkan kondisi baik, tapi kondisi di luar negeri itu yang namanya stabilitas sistem keuangan itu masih lemah," katanya.
Lemahnya stabilitas sistem keuangan tersebut, kata Agus, menggiring berbagai risiko, utamanya tekanan terhadap negara-negara berkembang.
"Kita tentu harus jaga karena potensi dari tekanan negara-negara berkembang itu cukup tinggi dan khususnya bisa terjadi ada risiko capital outflow. Dan capital outflow itu juga akan membuat tekanan pada dalam negeri," terang dia.
Untuk itu, lanjut Agus, Indonesia perlu mewaspadai berbagai risiko dari perkembangan ekonomi global agar tidak terseret terlalu dalam.
"Kita tidak boleh sampai tidak hati-hati karena stabilitas itu utama karena bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi kuat, yang seimbang, yang berkesinambungan," imbuhnya.
(drk/ang)











































