Kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga akhir tahun ini masih akan mencatatkan angka defisit. Diperkirakan, angka missmatch BPJS Kesehatan di akhir tahun sebesar Rp 1,5 triiun atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp 6 triliun.
"Perkiraan sampai akhir tahun Rp 1,5 triliun di prognosa. Tadi sudah dibilang ada suntikan dana, hasil investasi yang kita masukkan, ada dana talangan dari aset BPJS. Jadi prognosa Rp 1,5 triliun di 2015, kalau akumulasi dari tahun 2014 ada Rp 3,3 triliun, jadi kalau ditotal Rp 4,,8 triliun," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Dia menjelaskan, hasil investasi BPJS Kesehatan selama satu tahun penuh terkumpul sekitar Rp 1 triliun. Sementara suntikan dari pemerintah sebesar Rp 5 triliun ditambah dana talangan dariaset BPJS Kesehatan senilai total Rp 11 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aset BPJS Kesehatan kan sekitar Rp 11 triliun, kalau 25% sekitar Rp 2,5 triliunan, tapi kan nggak langsung kalau hanya butuh Rp 100 miliar, ya Rp 100 miliar, yang Kemenkeu Rp 5 triliun, itu sehingga bisa menekan missmatch jadi Rp 1,5 triliun," jelas Fachmi. (drk/ang)











































