"BI Rate yang kami tetapkan sama. Ini adalah tentu putusan BI menghadapi perkembangan khususnya ekonomi dunia, tekanan keuangan global dan kemungkinan risiko terburuk," kata Gubernur BI Agus Martowardojo, saat jumpa pers di komplek BI, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).
Agus mengatakan, bila melihat BI Rate 7,50% di Oktober 2015, aliran dana dari luar negeri tetap masuk ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, BI saat ini mewaspadai perkembangan risiko keuangan global dan pertumbuhan ekonomi global.
"Keuangan global itu adanya kemungkinan peningkatan fed fund rate, dan kemungkinan itu tinggi di 2015. Kemudian, ada divergensi kebijakan yang diambil untuk kebijkaan di Eropa, Jepang, dan China. Di mana negara-negara itu terus melakukan kebijakan quantitative easing, khususnya Eropa dan Jepang," ungkapnya.
"Sementara China ada rencana untuk internasionalisasi remimbi dan membuka capital account-nya akan bawa konsekuensi keuangan global. Adapun ini lebih bagaimana tekanan atau penyesuaian ekonomi China dan cenderung lebih pelan dan ada periode mengalami kondisi yang melambat," tutup Agus.
(rrd/hns)











































