Laba Bersih Maybank Naik 8% Jadi 1,9 Miliar Ringgit

Laba Bersih Maybank Naik 8% Jadi 1,9 Miliar Ringgit

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2015 17:20 WIB
Laba Bersih Maybank Naik 8% Jadi 1,9 Miliar Ringgit
Kuala Lumpur - Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, mencatat pertumbuhan laba bersih 8,3% menjadi 5,18 miliar ringgit atau sekitar Rp 16,7 triliun di akhir kuartal III-2015. Tahun lalu pada periode yang sama labanya 4,79 miliar ringgit.

Kinerja meningkat didukung oleh pendapatan operasional bersih yang lebih tinggi, disertai dengan pengelolaan biaya yang ketat dan tekanan pada marjin bunga bersih yang (NIM) sebesar 3 basis poin (bps) selama periode sembilan-bulan.

Selain itu, Maybank juga memperoleh keuntungan dari penjualan operasional Papua Nu Gini (PNG) yang diselesaikan pada September 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dikurangi keuntungan dari penjualan operasional PNG, laba bersih periode tiga bulan yang berakhir di September 2015 naik 5,8% menjadi 1,7 miliar ringgit, sementara untuk sembilan bulan, lebih tinggi 4,2% sebesar 5 miliar ringgit.

Chairman Maybank, Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd, mengatakan di tengah iklim operasional yang penuh tantangan, yang diperburuk dengan rendahnya harga komoditas dan volatilitas valas yang tinggi di kuartal III, Maybank tetap kuat dengan franchise yang terdiversifikasi.

"Posisi modal kami tetap kuat yang menempatkan kami pada posisi teratas dari kompetitor kami. Kedisiplinan kami dan fokus pada regional ASEAN merupakan faktor utama yang mendukung kami menjaring peluang di wilayah kami beroperasi saat ini dan mengkonversinya menjadi nilai bisnis yang membawa kami pada pertumbuhan yang kuat," katanya dalam siaran pers, Kamis (26/11/2015).

Sementara, Group President & CEO Maybank, Datuk Abdul Farid Alias, mengatakan upaya untuk meneruskan kinerja berkelanjutan dilakukan melalui pengelolaan neraca dan likuiditas yang efektif, pertumbuhan aset yang selektif dan pengeloaan kualitas aset yang proaktif.

"Mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini yang masih akan berlanjut tahun depan, kami akan melipatgandakan upaya kami untuk meningkatkan efisiensi operasional dan dan modal, serta meningkatkan peluang pertumbuhan di seluruh regional," ujarnya.

Maybank mencatat pertumbuhan pendapatan selama periode sembilan bulan dengan net fund based income lebih tinggi 13,6% sebesar 10,77 miliar ringgit dengan didukung pertumbuhan kredit dan pendapatan berbasis bunga bersih naik 22,1% menjadi 4,85 miliar ringgit.

Hal ini menyebabkan kenaikan pendapatan operasional bersih secara menyeluruh 16,1% menjadi 15,62 miliar ringgit. Secara terpisah, kuartal III-2015, pendapatan operasional bersih naik 26,7% dari tahun lalu menjadi 5,75 miliar ringgit didukung dengan kenaikan net fund based income 18,4% menjadi 3,81 miliar ringgit dan kenaikan 46,8% pada net fee based income menjadi 1,93 miliar ringgit.

Pertumbuhan kredit Grup Maybank tumbuh 17,8% secara tahunan selama sembilan bulan. Pertumbuhan ini didukung dengan kenaikan operasional internasional 34,5% sementara operasional Malaysia mencatat pertumbuhan 6,4%, disumbang oleh kenaikan 36,4% dari segmen UKM, 8,1% dari sektor Konsumer dan 2,4% dari Global Banking.

Setelah memperhitungkan depresiasi Ringgit terhadap mata uang di sejumlah pasar utama Maybank (Singapura, Indonesia, Filipina, dan Tiongkok) pertumbuhan kredit secara tahunan selama sembilan bulan adalah 8,7%.

Sementara simpanan tumbuh secara tahunan 12,6% selama sembilan bulan selaras dengan momentum perbaikan ekonomi. Pertumbuhan ini didukung kenaikan pasar internasional sebesar 26,7% dan kenaikan 4,1% di operasional Malaysia.

Meskipun terjadi persaingan ketat untuk simpanan, Grup berhasil memperbaiki rasio simpanan berbiaya rendah (current account & saving account- CASA) dengan total simpanan menjadi 35,5% dari 34,5% tahun sebelumnya.

Hal ini, disertai dengan disiplin dalam menerapkan pricing kredit, membantu mengurangi tekanan pada marjin. Selama sembilan bulan 2015, Grup mencatat kontraksi marjinal 3 basis poin (bps) dalam NIM menjadi 2,315 dari 2,34% dari tahun sebelumnya.

(ang/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads