Muliaman bersama OJK Kaltim mencoba transfer dari agen Laku Pandai di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara ke agen di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. OJK perwakilan Kaltim mencoba mentransfer uang senilai Rp 500.000 ke Camat Maratua melalui aplikasi Laku Pandai.
Camat Maratua beserta agen Laku Pandai berkomunikasi melalui teleconference. Uang yang ditransfer bisa diterima hanya dalam waktu 2 menit. Camat Maratua kemudian menarik dana tersebut dan Ia terima tunai senilai Rp 500.000 melalui Agen Toko Roti milik Jamiat di Pulau Maratua, Kabupaten Berau. Transaksi tersebut hanya dikenai biaya pengiriman Rp 1.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laku pandai, menurutnya, sangat cocok di Indonesia Timur dengan jarak dari satu bank ke bank lain cukup jauh. "Laku Pandai sangat diharapkan masyarakat Indonesia Timur," tambahnya.
Muliaman mengatakan, di Mataram ada seorang agen bisa dapat fee transaksi Laku Pandai mencapai Rp 30 juta.
"Di Mataram ada agen Laku Pandai yang dapat fee Rp 30 juta/bulan. Itu transaksinya ramai sekali. Kalau agen lebih kreatif dan komunikatif maka agen bisa jadi profesi sendiri. Agen bisa dilakukan oleh siapa saja sepanjang melalui screening oleh BPD maupun bank lain," ujarnya.
Muliaman menambahkan, sejauh inisudah ada 17 bank yang mendaftar ikut program Laku Pandai.
Produk Laku Pandai BPD Kaltim merupakan tabungan yang bisa dimiliki tanpa biaya administrasi dan biaya transaksi apapun seperti transfer masuk dan pemindahbukuan. Saldo maksimum sebesar Rp 20 juta dengan transaksi per bulan paling banyak Rp 5 juta untuk tarik tunai maupun transfer.
(ang/ang)











































