Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, dalam jumpa pers tutup tahun 2015 di kantor OJK, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).
"Pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun 2015 juga menunjukkan moderasi. Namun pada triwulan III-2015, arah perbaikan pertumbuhan mulai terlihat. Sebagai respons terhadap perlambatan pertumbuhan dan untuk menjaga kepercayaan pasar, Pemerintah mengeluarkan 8 paket kebijakan ekonomi pada periode September-Desember 2015," terang Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa indikator ekonomi domestik juga terpantau positif. Volatilitas nilai tukar Rupiah menurun. Tingkat inflasi juga terjaga dan berada dalam kisaran targetnya. Defisit transaksi berjalan terpantau menyempit. Utang luar negeri menunjukkan pertumbuhan yang melambat," ujar Muliaman.
Kendati ekonomi dalam negeri sudah mulai membaik, kata Muliaman, kondisi ekonomi global yang masih bergejolak perlu diwaspadai supaya tak resiko turbulensi ekonomi seperti di pertengan tahun lalu.
"Pemulihan ekonomi global sepanjang tahun 2015 masih berlangsung lambat dan tidak merata. Perbaikan ekonomi Amerika Serikat semakin solid sehingga The Fed memutuskan kenaikan Fed Funds Rate pada bulan Desember 2015. Di Tiongkok, perbaikan ekonomi belum konklusif dan perlambatan pertumbuhan masih berlanjut. Sementara itu, pemulihan di zona Euro dan Jepang masih terbatas dan belum cukup solid," terangnya.
(ang/ang)











































