JK Kembali 'Sentil' Tingginya Bunga Perbankan RI

JK Kembali 'Sentil' Tingginya Bunga Perbankan RI

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2016 17:18 WIB
JK Kembali Sentil Tingginya Bunga Perbankan RI
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tingginya suku bunga perbankan dalam negeri kembali disindir oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK). Menurut JK, bunga yang terlalu tinggi membuat orang malas melakukan investasi.

"Kan begini, kenapa di Indonesia itu bunga tinggi, karena bank itu bersaing untuk mencari dana. Sehingga bunga tinggi karena deposito tinggi. Nah artinya apa, supaya bunga itu lebih rendah maka bank-bank itu harus berkonsolidasi tidak menarik bunga naik. Supaya orang terdorong untuk investasi. Kalau bunga deposito naik, orang nanti lebih suka dihidupkan dengan bunga, bukan dengan pohon, dengan tanamannya," papar JK di kantornya, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Menurut JK, konsolidasi perbankan menjadi salah satu cara untuk bisa menurunkan tingkat bunga. Konsolidasi ini bukan berarti merger atau akuisisi. Tapi, ujar JK, konsolidasinya adalah dengan menyatukan sistem atau prosedur. Ini bisa dilakukan pada bank BUMN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsolidasi prosedural atau sistem jangan antara mereka (bank BUMN) saling bersaing. Kalau dana ini masuk sini sekian, saya besok dimainkan oleh deposan sendiri. Dan kadang-kadang deposan itu pemerintah sendiri," jelas JK.

JK juga mengatakan, bahkan pemerintah sendiri yang menjadi pemicu tingginya bunga deposito di bank. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, biasa memilih bank dengan bunga tertinggi untuk meletakkan dana-dana mereka.

Sementara untuk bank swasta, JK meminta untuk dilakukan merger. Sehingga jumlah bank di dalam negeri makin sedikit dan efisien bisnisnya. Saat ini jumlah bank di Indonesia ada 118 bank, sudah turun 50% dibanding saat krisis 1998 lalu.

Berapa jumlah bank yang ideal di Indonesia Pak?

"Ada yang mengatakan 20 cukup, ada 50. Ya sekitar-sekitar itulah, supaya mereka dapat tumbuh dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan tumbuh dari besarnya bunga. Begitu kan," kata JK. (wdl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads