Gubernur BI Khawatir Kondisi Ekonomi China Tahun Ini

Gubernur BI Khawatir Kondisi Ekonomi China Tahun Ini

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2016 19:28 WIB
Gubernur BI Khawatir Kondisi Ekonomi China Tahun Ini
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengkhawatirkan kondisi perekonomian China di 2016. Setidaknya ada tiga hal yang dimungkinkan mampu memberikan pengaruh terhadap kondisi global.

Pertama, adalah perlambatan ekonomi China. Pada 2015, ekonominya hanya tumbuh 6,9% dan diperkirakan tahun ini akan turun ke level 6,3%. Dalam kurun lima tahun ke depan, rata-rata pertumbuhan ekonomi China 6,5%.

"China memang ada perlambatan karena memang di bidang manufaktur itu ada perlambatan," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/1/2016)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, adalah China kemungkinan melanjutkan kebijakan devaluasi yuan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Efeknya, menurut Agus, bisa terjadi pada pasar keuangan global dan nilai tukar pada negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

"Yuan yang mungkin terus terdepresiasi, dan kondisi itu, bisa ke perdagangan, financial dan confident. Apalagi dengan kondisi harga komoditas yang turus turun, itu berdampak ke capital flow yang ada di dunia, tetapi kndisi secara finansial juga bisa kena. Karena depresiasi yuan itu berdampak ke depresiasi ke mata uang di negara berkembang lainnya," paparnya.

Ketiga, dari sisi perdagangan. Indonesia yang merupakan mitra utama dagang China akan terkena dampak, terutama dari sisi ekspor Indonesia.

"Banyak negara itu kepercayaan ekonominya berhubungan dengan China, kalau terkoreksi, itu khawatirnya ekonomi di negara lain juga terpengaruh," kata Agus. (mkl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads