Bank asal Swiss ini menderita rugi sebelum pajak sebesar US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 32,8 triliun. Ini merupakan rugi pertama yang dialami Credit Suisse sejak tahun 2008.
"Beban biaya operasional perusahaan cukup menekan kinerja kami," kata Kepala Eksekutif Credit Suisse Tidjane Thiam, seperti dilansir BBC, Kamis (4/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan akan mengumumkan rencana pemangkasan karyawan tersebut seperti yang telah direncanakan. Rencana pemangkasan karyawan ini berimbas pada anjloknya saham Credit Suisse hingga 9% pada awal perdagangan ke level terendah sejak 1992.
"Kondisi pasar pada bulan Januari 2016 tetap menantang dan kami berharap pasar tetap stabil sepanjang sisa kuartal pertama 2016," ujarnya. (drk/ewi)











































