Gubernur Bank Indonesiaβ (BI) Agus Martowardojo menilai realisasi tersebut dianggap percuma bila inflasi juga tidak terkendali. Sebab akan menggerus daya beli masyarakat lebih besar dan mendorong ketimpangan ekonomi.
"βKita semua sadar pertumbuhan tinggi tidak ada artinya inflasi tinggi," kata Agus di Hotel Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)β, Jumat (12/2/2016)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum Indonesia pada 2015 berhasil mengendalikan inflasi, namun juga ada beberapa catatan pada daerah tertentu," terangnya.
Salah satu penyebabnya adalahβ infrastruktur yang belum memadai untuk menghubungkan antara satu daerah ke daerah lain. Khususnya dalam memperlancar arus barang pangan. Menurut Agus harus kepastian dari sentra produksi sampai ke. Pembeli akhir.
"Bagaiman perbaikan sistem logistik, agar terjadi satu ketahanan pangan yang akan membantu stabilisasi harga," kata Agus.
Dari rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Agus optimis akan. Lahirnya sebuah kebijakan sebagai solusi. Dari sisi BI, akan menjalankan fungsi stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, serta nilai tukar dijaga pada pergerakan yang sehat.
"βDari pertemuan ini diharapkan akan ada kebijakan dari tiga pemangku kepentingan," tukasnya.
(mkl/ang)











































