Secara fundamental, perekonomian Indonesia juga membaik. Demikian dikatakan Ekonom BCA David Sumual kepada detikFinance, Rabu (17/2/2016).
"Perkiraannya BI Rate turun lagi. Fundamental kebijakan moneter positif, rupiah stabil," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rupiah stabil. Angka Rp 13.400 itu sudah fair value rupiah," katanya.
Selain nilai tukar yang stabil, tingkat inflasi saat ini juga sudah terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi di Januari 2016 mencapai 0,51%. Inflasi secara tahunan (year on year) tercatat 4,14%. Ini sudah sesuai dengan perkiraan BI bahwa inflasi di 2016 berada di kisaran 4% plus minus 1%.
Di sisi lain, lanjut David, nampaknya bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (the Fed) masih akan menahan tingkat suku bunganya.
Kebijakan the Fed di bulan Desember 2015 dengan menaikkan tingkat suku bunganya, ternyata tidak membuat perekonomian AS terdongkrak, malah cenderung mata uang AS menguat. Ini membuat produk-produk AS sulit bersaing karena kemahalan.
"The Fed sepertinya belum akan menaikkan suku bunganya di Maret nanti. Ini memungkinkan BI Rate untuk kembali diturunkan," kata David. (drk/hns)











































