BI Rate Diperkirakan Bakal Turun Lagi

BI Rate Diperkirakan Bakal Turun Lagi

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 17 Feb 2016 19:23 WIB
BI Rate Diperkirakan Bakal Turun Lagi
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate diperkirakan akan kembali diturunkan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai membaik menjadi salah satu indikator untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter BI.

Secara fundamental, perekonomian Indonesia juga membaik. Demikian dikatakan Ekonom BCA David Sumual kepada detikFinance, Rabu (17/2/2016).

"Perkiraannya BI Rate turun lagi. Fundamental kebijakan moneter positif, rupiah stabil," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupiah mulai menguat. Dolar AS rata-rata bergerak di Rp 13.300-Rp 13.400. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini bertengger di posisi Rp 13.440. Posisi ini, menurut David, termasuk dalam fair value rupiah, artinya tidak kemahalan dan tidak terlalu murah.

"Rupiah stabil. Angka Rp 13.400 itu sudah fair value rupiah," katanya.

Selain nilai tukar yang stabil, tingkat inflasi saat ini juga sudah terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi di Januari 2016 mencapai 0,51%. Inflasi secara tahunan (year on year) tercatat 4,14%. Ini sudah sesuai dengan perkiraan BI bahwa inflasi di 2016 berada di kisaran 4% plus minus 1%.

Di sisi lain, lanjut David, nampaknya bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (the Fed) masih akan menahan tingkat suku bunganya.

Kebijakan the Fed di bulan Desember 2015 dengan menaikkan tingkat suku bunganya, ternyata tidak membuat perekonomian AS terdongkrak, malah cenderung mata uang AS menguat. Ini membuat produk-produk AS sulit bersaing karena kemahalan.

"The Fed sepertinya belum akan menaikkan suku bunganya di Maret nanti. Ini memungkinkan BI Rate untuk kembali diturunkan," kata David. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads