Kapan Bunga Deposito BUMN Turun?

Kapan Bunga Deposito BUMN Turun?

Cindy Audilla - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2016 19:01 WIB
Kapan Bunga Deposito BUMN Turun?
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Pemerintah bersama pihak-pihak terkait tengah mengupayakan untuk bisa menurunkan suku bunga kredit perbankan. Salah satu hal yang dilakukan adalah melalui efisiensi perbankan, yang salah satunya dengan penyesuaian margin atau Net Interest Margin (NIM), yang aturannya tengah digodok Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk menyesuaikan margin, perbankan perlu menyesuaikan suku bunga simpanan seperti deposito. Suku bunga deposito ini direncanakan akan dipangkas hingga levelnya tidak jauh dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate.

BUMN sendiri merupakan salah satu deposan dengan simpanan tinggi yang meminta suku bunga deposito tinggi. Hal inilah yang membuat perbankan masih enggan untuk menurunkan suku bunga kreditnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, kapan bank BUMN mau menurunkan suku bunga deposito agar bunga kredit turun?

"Itu bertahap, dalam arti kata saat ini bank sedang berupaya melakukan usaha untuk menurunkan overate cost nya. kemudian dari OJK sendiri caping sudah diturunkan. Dengan hal tersebut kita berharap itu dapat membuat turun daripada bunga dananya," jelas Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Di samping itu, bentuk efisiensi lain yang juga tengah dilakukan bank-bank BUMN adalah dengan menggabungkan ATM mereka yang tergabung dalam ATM Himbara. Kapan ATM Himbara akan terintegrasi?

"Itu kan bertahap ya. Permasalahannya itu kan kita harus menyesuaikan dulu masalah dengan switching company-nya itu sendiri. Sekarang masih dalam tahap proses. Kita ingin melakukan due dilligence terhadap switching company yang ada sekarang," katanya.

Terkait holding perbankan, Baiquni menyebutkan, hal tersebut akan sangat membantu operasional perbankan menjadi lebih efisien.

"Kalau menurut saya sih holding itu ya akan sangat membantu perbankan. Dalam hal apa saja, satu misalnya pricing fund kalau nanti itu diholding nanti kan kita bisa negosiasi akan jauh lebih kuat dibanding kalau masing-masing bank itu melakukan pencairan dana," jelas dia.

Kedua, sharing infrastruktur. Seperti ATM bersama itu akan jauh lebih dahsyat jika memang bisa dilakukan holding.

"Kemudian yang ketiga, masalah SDM segala macam kan holding juga nanti mempunyai database mengenai SDM itu jadi sdm terbaik mengenai 1 bank itu bisa menjadi database diholding nanti juga bisa di-press di bank-bank yang ada lainnya," tandasnya. (drk/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads