Hingga akhir 2015, kantor luar negeri bank pelat merah itu mencatatkan aset sebesar lebih dari US$ 3 miliar (Rp 40 triliun) dengan total pendapatan mencapai US$ 100 juta (Rp 1,33 triliun).
Total outstanding kredit kantor Iuar negeri bank berkode BMRI itu mencapai US$ 1,518 miliar dengan tiga sektor pembiayaan terbesar meliputi pemerintahan, perdagangan dan pertambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui kantor di luar negeri ini, kami dapat memberikan Iayanan yang komprehensif terhadap pelaku usaha Indonesia untuk mengembangkan bisnis-bisnisnya yang membutuhkan cross border banking services," ungkap Direktur Treasury and Markets Bank Mandiri, Pahala N.Mansury, di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Kantor luar negeri tersebut juga difungsikan untuk meningkatkan kontribusi pada program pemerintah dalam mempromosikan ekspor Indonesia, dengan menyediakan jasa perbankan yang dapat memperlancar perdagangan maupun pelaksanaan proyek transnasional yang ditangani oleh pelaku usaha Indonesia.
"Selain itu, melalui kantor luar negeri ini, kami juga dapat merintis bisnis dan mengembangkan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berada di negara tempat kantor kami berada ataupun perusahaan dari negara Iainnya yang berminat melakukan perdagangan dan penanaman modal di Indonesia serta sebaliknya," lanjut Pahala.
Kantor luar negeri Bank Mandiri ini menawarkan layanan menyeluruh meliputi funding, trade finance, treasury, investment banking, bilateral lending dan berbagai transaksi lain.
Bank Mandiri juga akan berperan aktif dalam mendukung peningkatan volume transaksi perdagangan serta memperkuat kerjasama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Asia maupun Eropa.
"Melalui kantor luar negeri, kami ingin membuka kesempatan bagi lebih banyak lagi perusahaan Indonesia, untuk menciptakan jaringan bisnis baru dengan mitra asing. Kami juga akan terus menerapkan pelayanan terbaik kepada nasabah internasional agar dapat menjadi benchmark dan mempengaruhi persepsi masyarakat internasional terhadap Indonesia," ujarnya. (ang/ang)











































