Dari nilai tersebut, KUR sebesar Rp 2,751 triliun diteruskan ke sektor ritel, sedangkan KUR Rp 908 miliar disalurkan kepada sektor mikro. Ada pun, target penyaluran KUR pada tahun ini adalah Rp 13 triliun, di mana Rp 6,5 triliun untuk KUR Ritel, Rp 6 triliun untuk KUR Mikro serta Rp 500 miliar diberikan untuk KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Demikian disampaikan perseroan dalam keterangan resminya yang dikutip detikFinance, Minggu (10/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, guna mencapai target penyaluran tersebut, Bank Mandiri memberdayakan seluruh jaringan bisnisnya, terutama jaringan bisnis mikro yang terdiri dari 939 cabang mikro, 1427 unit mikro dan 653 kios mikro, di seluruh Indonesia.
"Komitmen penyaluran ini sejalan dengan keinginan kami untuk menjadikan Bank Mandiri sebagai sahabat negeri serta ikut membangun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar terus dapat meningkatkan kontribusi kepada Tanah Air," tutur Rohan.
Untuk itu, Rohan menambahkan, perseroan juga selalu terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosialisasi KUR yang diselenggarakan oleh pemerintah antara lain oleh Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan dan BNP2TKI.
"Dalam menyalurkan KUR, kami juga menerapkan sistem 'siapa cepat dia dapat' yang dapat memacu tim kami di lapangan untuk berlomba-lomba menyalurkan KUR. Dengan demikian daerah yang memiliki lebih banyak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berpotensi mendapatkan penyaluran KUR lebih banyak," terangnya. (drk/drk)











































