Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,3% Tahun Depan, Ini Syaratnya

Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,3% Tahun Depan, Ini Syaratnya

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 11 Apr 2016 11:45 WIB
Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,3% Tahun Depan, Ini Syaratnya
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Berbeda dengan peluang adanya perlambatan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik, perekonomian Indonesia justru diprediksi Bank Dunia akan mengalami percepatan.

"Pertumbuhan di Indonesia diperkirakan mencapai 5,1% di tahun 2016 dan 5,3% di tahun 2017," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty dalam video conference Washington-Jakarta, Senin (11/4/2016).

Meski demikian, kondisi ini tak bisa dicapai sendirinya secara otomatis. Terpenuhinya peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut Sudhir Shetty sangat bergantung pada keberhasilan Indonesia dalam melakukan restrukturisasi alias pembenahan kebijakan ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tergantung keberhasilan paket reformasi kebijakan dan implementasi program investasi publik yang ambisius," kata dia.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop menambahkan, keberhasilan implementasi restrukturisasi kebijakan ekonomi di Indonesia menurutnya sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menarik minat sektor swasta untuk terlibat dalam pembangunan.

"Kalau tidak ada keterlibatan sektor swasta, 11 kebijakan yang sudah dikeluarkan tidak akan berguna," kata dia, di Gedung BEI, Jakarta.

Sebelumnya, disampaikan pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik diprediksikan oleh Bank Dunia akan mengalami sedikit perlambatan dalam kurun waktu 2016-2018.

Prediksi yang dikeluarkan Bank Dunia ini didasarkan atas studi yang dilakukan atas berbagai risiko ekonomi yang berkembang saat ini. Laju pertumbuhan di Kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan melambat dari 6,5% di tahun 2015 menjadi 6,3% di tahun 2016 dan 6,2% untuk kurun waktu 2016-2018.

Dengan adanya prediksi tersebut, pemerintahan di kawasan ini diharapkan untuk tetap mengutamakan restrukturisasi kebijakan keuangan dan fiskal yang dapat meredam peluang terjadinya perlambatan ekonomi yang lebih dalam. (dna/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads