"Pertumbuhan di Indonesia diperkirakan mencapai 5,1% di tahun 2016 dan 5,3% di tahun 2017," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty dalam video conference Washington-Jakarta, Senin (11/4/2016).
Meski demikian, kondisi ini tak bisa dicapai sendirinya secara otomatis. Terpenuhinya peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut Sudhir Shetty sangat bergantung pada keberhasilan Indonesia dalam melakukan restrukturisasi alias pembenahan kebijakan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop menambahkan, keberhasilan implementasi restrukturisasi kebijakan ekonomi di Indonesia menurutnya sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam menarik minat sektor swasta untuk terlibat dalam pembangunan.
"Kalau tidak ada keterlibatan sektor swasta, 11 kebijakan yang sudah dikeluarkan tidak akan berguna," kata dia, di Gedung BEI, Jakarta.
Sebelumnya, disampaikan pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik diprediksikan oleh Bank Dunia akan mengalami sedikit perlambatan dalam kurun waktu 2016-2018.
Prediksi yang dikeluarkan Bank Dunia ini didasarkan atas studi yang dilakukan atas berbagai risiko ekonomi yang berkembang saat ini. Laju pertumbuhan di Kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan melambat dari 6,5% di tahun 2015 menjadi 6,3% di tahun 2016 dan 6,2% untuk kurun waktu 2016-2018.
Dengan adanya prediksi tersebut, pemerintahan di kawasan ini diharapkan untuk tetap mengutamakan restrukturisasi kebijakan keuangan dan fiskal yang dapat meredam peluang terjadinya perlambatan ekonomi yang lebih dalam. (dna/drk)











































